Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani
Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani

Dirut PT Inti Tersangka Suap Proyek Bagasi Bandara

Nasional kasus suap
M Sholahadhin Azhar • 02 Oktober 2019 20:45
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Persero Darman Mappangara menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terseret kasus dugaan suap proyek baggage handling system (BHS) pada PT Angkasa Pura Propetindo (PT APP).
 
"Setelah menemukan bukti pemulaan yang cukup, KPK melakukan penyidikan baru dengan tersangka DMP (Darman Mappangara)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019.
 
Menurut Febri, Darman bersama staf PT Inti Taswin Nur menyuap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam. Suap tersebut supaya Andra mengawal proyek BHS agar dikerjakan PT Inti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai pemberi suap, Darman disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sebelumnya, KPK menetapkan Andra Taswin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan BHS di enam bandara yang dikelola PT AP II. Andra selaku tersangka penerima suap dan Taswin pemberi suap.
 
Andra diduga mengarahkan PT APP, anak usaha AP II, untuk menunjuk langsung PT Inti sebagai penggarap proyek BHS. Proyek bernilai Rp86 miliar ini dioperasikan PT APP.
 
Andra disinyalir telah mengarahkan Executive General Manager Divisi Airport Maintainance Angkasa Pura II Marzuki Battung untuk menyusun spesifikasi teknis proyek ini. Sementara itu, berdasarkan penilaian tim teknis PT APP, harga penawaran PT Inti terlalu mahal.
 
Andra juga diduga mengarahkan Direktur PT APP Wisnu Raharjo untuk mempercepat penandatanganan kontrak antara PT APP dan PT Inti. Dengan begitu, uang muka segera cair sehingga PT inti bisa menggunakannya sebagai modal awal.
 
Andra selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP
 
Taswin sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif