Sidang kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Kautsar Widya Prabowo
Sidang kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Kautsar Widya Prabowo

Sidang Pembacaan Tuntutan Joko Driyono Kembali Ditunda

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Kautsar Widya Prabowo • 02 Juli 2019 20:17
Jakarta: Sidang pembacaan tuntutan mantan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) kembali ditunda. Sidang kembali tertunda karena berkas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum rampung.
 
Sidang siang tadi dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Jokdri baru tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada pukul 15.53 WIB. Sidang baru dimulai sekitar pukul 17.42 WIB di ruang sidang M.H Ali Said. 
 
Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin mengawali sidang, menanyakan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum (JPU) Feri P Ekawijaya. Berkas belum rampung, JPU memminta sidang pembacaan tuntutan ditunda. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Izin majelis hakim yang kami hormati sehubungan dengan tuntutan pidana yang akan dibacakan hari ini kami belum siap. Kami mohon untuk ditunda persidangannya," ujar Feri di ruang sidang PN Jaksel, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019. 
 
Hakim Kartim meminta penjelasan alasan berkas tuntutan tak kunjung rampung. JPU menjelaskan berkas masih disusun di draf  tuntutan pidananya.
 
"Kami sedang mempersiapkan tuntutan pidananya. Jadi tuntutan tersebut sampai sekarang belum selesai," jelas Feri.
 
JPU Feri meminta sidang ditunda pada 4 Juli 2019. Permintaan JPU disetujui majelis hakim.
 
"Baik. Pemeriksaan hari ini tidak bisa dilanjutkan oleh karena tuntutan pidana dari JPU belum siap dan memohon dibacakan pada Kamis tanggal 4 Juli 2019 jam 13.00 maka sidang dinyatakan selesai dan ditutup," pungkasnya.
 
Sementara itu, terdakwa Jokdri keluar ruang sidang mengaku pasrah tuntutannya kembali diundur. Ia siap mengikuti proses hukum yang bergulir.
 
"Ya kita ikutin aja," tutur Jokrdri, sembari meninggalkan Gedung PN Jaksel.
 
Sebelumnya, sidang tuntutan Jokdri digelar Kamis, 27 Juni 2019. Namun, hakim berhalangan hadir karena melakukan bimbingan teknis. Sidang ditunda Selasa, 2 Juli 2019. 
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga bawahannya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif