Tersangka perdagangan satwa dilindungi. Foto: Medcom.id/Cindy.
Tersangka perdagangan satwa dilindungi. Foto: Medcom.id/Cindy.

Pedagang Satwa Liar Manfaatkan Medsos

Nasional satwa dilindungi
Cindy • 03 Juli 2019 16:50
Jakarta: Polisi mengungkap modus perdagangan satwa liar tiga tersangka MUA, KG, dan AM di Jawa Tengah (Jateng). Mereka menggunakan media sosial (medsos) untuk sarana jual-beli dan rekening bersama untuk pembayaran.
 
"Modus mereka dagang di online, media sosial. Jadi pembeli dan penjual tidak bertemu, menggunakan rekening bersama," kata Kasubdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kombes Pol Adi Karya Tobing, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Menurut dia, dua jenis modus yang digunakan pelaku, yakni melibatkan tiga pihak dan empat pihak. Untuk pelibatan tiga pihak, penjual dan pembeli bersepakat melalui media sosial kemudian menggunakan jasa rekening bersama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah barang dikirim melalui alat transportasi darat, laut, dan diterima oleh pembeli, pembeli memberitahukan kepada pemilik rekening bersama untuk meneruskan dana ke penjual," jelas Adi.
 
Sementara itu, modus kedua yang melibatkan empat pihak terdiri dari penjual, broker, pembeli, dan pemilik rekening bersama. Broker bertugas sebagai perantara antara penjual dan pembeli di media sosial.
 
"Kemudian setelah hewan dikonfirmasi diterima oleh pembeli, maka pemilik rekening bersama akan mengirimkan uang kepada broker, broker transfer uang kepada pemilik hewan setelah dipotong komisi," ungkap Adi.
 
Pada Kamis, 20 Juni 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi membekuk MUA di Kaliwungu, Kudus, Jateng. Barang bukti yang disita berupa satu telepon genggam, satu buku tabungan, satu unit motor, dan uang Rp6 juta.
 
"Sementara satwa liar yang diamankan berupa 15 ekor tiong mas atau beo beserta kandangnya," ujar Adi.
 
Dari olah telepon genggam pedagang beruang madu itu, polisi menangkap tersangka KG di Mayong, Jepara, Jateng, Kamis, 20 Juni 2019, pukul 03.00 WIB. Dia juga merupakan pemilik dan penjual satwa.
 
"Dari tangan KG, polisi menyita lima ekor kanguru tanah atau pelandu aru, tiga dewasa dan dua anakan, serta satu telepon genggam," tutur Adi.
 
Baca: Pengedar Trenggiling dan Burung Langka Ditangkap
 
Penangkapan berlanjut pada Jumat, 21 Juni 2019, pukul 19.00 WIB, di SPBU Bumi Rejo, Pati, Jateng. Tim menangkap tangan AS yang kedapatan membawa satwa dilindungi.
 
"Dari tangan AS, polisi menyita dua ekor kakaktua jambul kuning, dua ekor nuri kepala hitam, satu ekor nuri kelam, uang penjualan Rp500 ribu, dua telepon genggam, tiga karung dan satu kardus," ungkap Adi.
 
Satwa yang dilindungi tersebut dititipkan sementara di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Pati untuk selanjutnya disita di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Jawa Barat. Para tersangka disangka Pasal 21 ayat (2) huruf a juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif