Vanessa Khong (Foto: Instagram @vanessakhongg)
Vanessa Khong (Foto: Instagram @vanessakhongg)

Polisi: Red Wolf Bar & Lounge di PIK Milik Vanessa Khong

Siti Yona Hukmana • 23 Mei 2022 18:27
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengusut kepemilikan Red Wolf Bar & Lounge di Jalan Pantai Indah Selatan,  Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Tempat hiburan malam itu diketahui milik tersangka kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo, Vanessa Khong
 
"Itu atas nama tersangka Vanessa," kata Kanit 5 Subdit 2 Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Karta saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin, 23 Mei 2022.
 
Pihaknya tengah mendalami dugaan uang haram Binomo mengalir ke tempat hiburan itu. Red Wolf terancam disita bila didapatkan dari uang hasil kejahatan di Binomo. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih kita dalami. Dia beli dari mana Sabar sedikit ya, kita kan enggak mau (main sita) kalau ada alirannya baru, " ucap Karta. 
 
Karta mengatakan dugaan uang haram Indra Kenz mengalir ke bar itu sedang didalami. Dia menyebut belum ada fakta aliran dana Binomo masuk ke bar tersebut. 
 
"Nanti masih proses, kita proses kalau memang ada aliran baru," ungkap dia.
 
Baca: Berkas Perkara 4 Tersangka Binomo Ditarget Kelar Akhir Mei
 
Red Wolf Bar & Lounge di Pantai Indah Kapuk (PIK) itu sebelumnya disebut milik Indra Kenz. Kepemilikan itu terbongkar setelah tempat hiburanmalam itu melanggar protokol kesehatan pencegahan covid-19. 
 
Sementara itu Vanessa Khong merupakan mantan kekasih Indra Kenz. Vanessa telah berstatus tersangka karena menerima uang dari Indra Kenz.
 
Indra dijerat Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
 
Sedangkan, Vanessa dijerat Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP terkait orang yang turut serta melakukan perbuatan pidana. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif