Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona
URL Berhasil di Salin
Alasan Penempelan Stiker Belum Vaksin di Rumah Warga
Siti Yona Hukmana • 18 Agustus 2021 15:20
Jakarta: Polda Metro Jaya menjelaskan alasan penempelan stiker belum vaksin di setiap rumah warga. Pemasangan stiker itu menimbulkan pro dan kontra.
"Jadi gini loh tanggal 1-17 Agustus kan vaksinasi merdeka, target kita mendekati 100 persen. Nah, tanggal 1 masih ramai nih, tanggal 2 ramai banget. Tanggal 10 sudah mulai agak sedikit berkurang. Tanggal 11, 12, 13 itu sudah sepi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Agustus 2021.
Yusri mengatakan pihaknya mencari tahu penyebab sedikitnya masyarakat yang datang ke gerai vaksinasi. Ada sejumlah warga terkendala datang ke gerai vaksinasi yang dibuat di tingkat rukun warga (RW) tersebut.
"Ada yang sakit, ada yang kakinya patah," ujar Yusri.
Ketua rukun tetangga (RT) setempat kemudian berinisiasi menempelkan stiker di setiap rumah warga yang belum divaksin. Sebab, RT memiliki data warga yang belum atau sudah divaksinasi.
"Akhirnya orang yang di gerai datang ke situ jemput bola door to door. Orang di gerai jemput bola kalau enggak ada yang kasih tanda mana-mana rumah yang belum divaksin, kan susah nyarinya," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
Baca: Kapolri: Vaksinasi Merdeka Suntik 1,5 Juta Warga Jakarta
Yusri menyampaikan upaya percepatan vaksinasi dengan sistem door to door dimudahkan dengan adanya stiker. Yusri heran penempelan stiker yang sudah dilakukan pekan lalu baru dikritik akhir-akhir ini.
"Tapi kan itu kemarin tanggal 17 sudah selesai. Kok pada baru ribut sekarang. Itu jemput bola yang dilakukan, inisiatif yang bagus jemput door to door," ucap Yusri
Sebelumnya, Ombudsman Jakarta Raya mengingatkan Polda Metro Jaya untuk tidak memasang stiker bagi warga yang belum divaksin. Upaya itu dinilai berpotensi terjadinya malaadministrasi.
"Ada potensi malaadministrasi berupa penyalahgunaan wewenang karena tidak ada acuan regulasi yang memperkenankan hal itu, dan sama sekali tidak berkaitan dengan tujuan untuk meningkatkan angka vaksinasi bagi warga Jakarta," kata Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, Senin, 16 Agustus 2021.
Vaksin untuk Indonesia
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
Jakarta: Polda Metro Jaya menjelaskan alasan penempelan stiker belum vaksin di setiap rumah warga. Pemasangan stiker itu menimbulkan pro dan kontra.
"Jadi gini loh tanggal 1-17 Agustus kan vaksinasi merdeka, target kita mendekati 100 persen. Nah, tanggal 1 masih ramai nih, tanggal 2 ramai banget. Tanggal 10 sudah mulai agak sedikit berkurang. Tanggal 11, 12, 13 itu sudah sepi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Agustus 2021.
Yusri mengatakan pihaknya mencari tahu penyebab sedikitnya masyarakat yang datang ke gerai vaksinasi. Ada sejumlah warga terkendala datang ke gerai vaksinasi yang dibuat di tingkat rukun warga (RW) tersebut.
"Ada yang sakit, ada yang kakinya patah," ujar Yusri.
Ketua rukun tetangga (RT) setempat kemudian berinisiasi menempelkan stiker di setiap rumah warga yang belum divaksin. Sebab, RT memiliki data warga yang belum atau sudah divaksinasi.
"Akhirnya orang yang di gerai datang ke situ jemput bola door to door. Orang di gerai jemput bola kalau enggak ada yang kasih tanda mana-mana rumah yang belum divaksin, kan susah nyarinya," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
Yusri menyampaikan upaya percepatan vaksinasi dengan sistem door to door dimudahkan dengan adanya stiker. Yusri heran penempelan stiker yang sudah dilakukan pekan lalu baru dikritik akhir-akhir ini.
"Tapi kan itu kemarin tanggal 17 sudah selesai. Kok pada baru ribut sekarang. Itu jemput bola yang dilakukan, inisiatif yang bagus jemput door to door," ucap Yusri
Sebelumnya, Ombudsman Jakarta Raya mengingatkan Polda Metro Jaya untuk tidak memasang stiker bagi warga yang belum divaksin. Upaya itu dinilai berpotensi terjadinya malaadministrasi.
"Ada potensi malaadministrasi berupa penyalahgunaan wewenang karena tidak ada acuan regulasi yang memperkenankan hal itu, dan sama sekali tidak berkaitan dengan tujuan untuk meningkatkan angka vaksinasi bagi warga Jakarta," kata Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, Senin, 16 Agustus 2021.
Vaksin untuk Indonesia
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.