Boediono Irit Bicara
Boediono usai menjalani pemeriksaan di KPK/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Mantan wakil presiden RI periode 2009-2014 Boediono memilih tak membicarakan soal pemeriksaannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Boediono menjalani pemeriksaan 3,5 jam untuk kasus Century.

Boediono keluar Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.02 WIB. Ia yang mengenakan batik ungu lengan pendek  dikawal ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Saya tidak memberikan statement karena saya percaya nanti bahwa KPK yang akan memberikan (statement)," kata Boediono di lokasi, Kamis, 15 November 2018.


Baca: Boediono Dimintai Keterangan soal Kasus Century

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan pemanggilan Boediono terkait penyelidikan kasus Bank Century. Penyidik meminta keterangan dari yang bersangkutan untuk pengembangan kasus tersebut.

"Ada kebutuhan permintaan keterangan terkait kasus Century," ucap Febri saat dikonfirmasi.

KPK juga telah memeriksa Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso Selasa, 13 November 2018. Keduanya, juga diminta keterangannya terkait pengembangan kasus Bank Century.

Baca: KPK Segera Periksa BI Terkait Kasus Century

KPK memastikan bakal terus memanggil para pihak yang berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi Bank Century. Mereka yang akan dipanggil penyidik dari unsur BI dan pihak terkait lainnya.

Febri memastikan penuntasan kasus Bank Century menjadi salah satu perhatian KPK. Lembaga Antirasuah, kata dia, masih harus berhati-hati dalam menjerat pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Menurut Febri, sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan 21 orang termasuk Miranda dan Wimboh. Sementara yang lainnya berasal dari unsur kementerian dan pihak swasta.

"Permintaan keterangan dua orang ini adalah bagian dari 21 orang yang sudah kami mintakan keterangan sebelumnya dari berbagai unsur apakah dari unsur Bank Indonesia, dari unsur kementerian atau pun pihak swasta," pungkasnya.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id