Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp550 Juta

Fachri Audhia Hafiez 19 November 2018 01:41 WIB
ott kpk
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp550 Juta
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. ANT/Aprilio Akbar.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (RYB) menerima suap ratusan juta rupiah. Uang itu diduga berasal dari hasil suap terkait proyek-proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018.

"Total RYB diduga menerima sebesar Rp550 juta dari perantara," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 18 November 2018.

Agus menjabarkan duit itu diterima Remigo secara bertahap. Pada 16 November 2018, Remigo menerima Rp150 juta. Sedangkan sisanya diterima pada 17 November, sebanyak Rp250 juta dan Rp150 juta. 


Dalam operasi tangkap tangan yang digelar Minggu, 18 November, KPK mengamankan duit sebesar Rp150 juta.

"Kami masih mengembangkan perkara ini terkait para pihak yang diduga juga dapat dimintai pertanggungjawaban terkait penerimaan oleh Bupati Pakpak Bharat," ujar Agus.

Selain Remigo, KPK menetapkan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK) dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE) sebagai tersangka. Remigo dan David diduga menerima suap berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Remigo, David, dan Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id