Terdakwa suap Fahmi Darmawansyah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat. Medcom.id/P. Aditya Prakasa
Terdakwa suap Fahmi Darmawansyah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat. Medcom.id/P. Aditya Prakasa

Fahmi Beri Mobil dan Uang ke Kalapas Sukamiskin

Nasional kasus suap kasus korupsi suap fasilitas lapas
P Aditya Prakasa • 12 Desember 2018 13:12
Bandung: Fahmi Darmawansyah, terdakwa suap eks Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu, 12 November 2018. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Fahmi memberi mobil mewah dan uang jutaan rupiah kepada Wahid Husein.
 
"Terdakwa pada April 2018 telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan berlanjut memberikan mobil double cabin, sepasang sepatu boot, satu buah tas clutch bag, sendal hingga yang yang seluruhnya Rp39,5 juta," ucap jaksa KPK Kresno Anto Wibowo saat membacakan dakwaan.
 
Uang untuk Wahid Husein diberikan secara langsung juga melalui tahanan pendamping yang digaji Fahmi Rp 1,5 juta per bulan. Sementara mobil jenis double cabin berawal saat Wahid yang tengah melihat-lihat mobil di internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Andri yang saat itu berada di ruang Wahid langsung menawarkan dan akan memberi tahu Fahmi. Terdakwa kemudian memutuskan membelikan produk terbaru mobil jenis double cabin merek Mitsubishi Triton," kata Anto.
 
Baca: OTT di Lapas Sukamiskin Terkait Pelayanan Lapas
 
Kemudian, lanjut Anto, Inneke Koesherawati istri Fahmi diminta untuk mencarikan mobil tersebut. Mobil tersebut kemudian diantar langsung adik ipar Fahmi ke rumah Wahid di kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
 
Wahid juga menerima sejumlah uang yang diberikan Fahmi sejak bulan April hingga Juni 2018. Uang pertama diberikan Fahmi kepada Wahid sebesar Rp4,5 juta pada bulan Mei untuk keperluan perbaikan mobil. Lalu Fahmi juga memberikan Wahid uang Rp15 juta untuk keperluan menjamu tamu di restoran.
 
"Pada bulan Juni 2018, terdakwa melalui Andri Rahmat juga memberikan uang sebesar Rp20 juta yang diterima Hendry Saputra (ajudan Wahid) untuk uang saku perjalanan dinas ke Jakarta," ucap dia.
 
Dari uang dan mobil yang telah diberikan kepada Wahid, Fahmi mendapat berbagai fasilitas mewah di kamar selnya yang bernomor 11. Selain diperbolehkan membawa telepon genggam, kamar Fahmi juga dilengkapi televisi dengan jaringan TV kabel, pendingin ruangan (AC), kulkas kecil, tempat tidur spring bed, furniture dan dekorasi high pressure luminated (HPL).
 
"Terdakwa dan Andri Rahmat diberikan kepercayaan untuk berbisnis mengelola kebutuhan para warga binaan seperti merenovasi sel dan jasa pembuatan saung. Terdakwa juga diperbolehkan membangun ruangan berukuran 2x3 meter persegi yang dilengkapi dengan tempat tidur untuk keperluan hubungan badan suami-istri terdakwa saat dikunjungi istri maupun disewakan kepada warga binaan dengan tarif Rp650 ribu," katanya.
 
Baca: Ruang Kepala Lapas Sukamiskin Digeledah KPK
 
Atas perbuatannya, jaksa mendakwa Fahmi dengan dakwan primer dan subsidair. Untuk dakwaan primer, terdakwa dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Fahmi juga didakwa subsidair dengan Pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif