Legislator Lampung Tengah Divonis 4 Tahun Penjara

Juven Martua Sitompul 05 November 2018 23:30 WIB
Suap Bupati Mustafa
Legislator Lampung Tengah Divonis 4 Tahun Penjara
Terdakwa Rusliyanto - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis empat tahun penjara Anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto. Politikus PDI Perjuangan ini juga didenda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Rusliyanto terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Perbuatan Rusliyanto dinilai tidak mendukung pemerintah dan masyarakat yang gencar memberantas korupsi. Pertimbangan itu sebagai hal yang memberatkan hukuman.


Namun, majelis hakim juga menilai ada hal yang meringakan hukuman Rusliyanto. Misalnya, terdakwa Rusliyanto belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya, merasa bersalah, berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Majelis hakim juga mencabut hak politik Rusliyanto selama dua tahun, terhitung sejak terdakwa menjalani pidana pokok. Rusliyanto menerima semua vonis majelis hakim.

Sementara itu, jaksa KPK masih mempertimbangkan vonis yang diputuskan majelis hakim. Sebab, vonis yang diterima Rusliyanto itu ‎lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yakni lima tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

‎Rusliyanto didakwa menerima Rp1 miliar dari Bupati nonaktif Lampung Selatan Mustafa dan Kadis Bina Marga Taufik Rahman. Rusliyanto menerima suap bersama-sama dengan Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, Natalis Sinaga.

Rusliyanto didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id