Koordinator tim kuasa hukum Brigadir J Kamarudin Simanjuntak. (Metro Tv)
Koordinator tim kuasa hukum Brigadir J Kamarudin Simanjuntak. (Metro Tv)

Kuasa Hukum: Ada Sayatan dan Pengerusakan di Bawah Mata Brigadir Yosua

Achmad Zulfikar Fazli • 18 Juli 2022 10:27
Jakarta: Pihak keluarga menemukan ada perbedaan fakta dan keterangan yang disampaikan Bareskrim Polri terkait meningalnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J). Brigadir Yosua disebut tak hanya mengalami luka tembak.
 
"Tapi juga ada luka sayatan, pengerusakan di bawah mata, di hidung dua jahitan, di leher sayatan, bahu sebelah kanan, memar di perut kanan kiri, luka tembak," ujar tim kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamarudin Simanjuntak, di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 18 Juli 2022.
 
Selain itu, kata dia, ada pengerusakan di jari Brigadir Yosua. Kemudian, pengerusakan semacam sayatan di kaki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada sayatan banyak," kata dia.
 
Kamarudin mengatakan pihaknya akan melakukan autopsi ulang kepada Brigadir Yosua untuk memastikan penyebab kematiannya. Pasalnya, dia tak 100 persen percaya dengan hasil autopsi yang dilakukan kepolisian.
 
"Dari media sudah (ada berita diautopsi), tapi apakah autopsi benar atau tidak karena ada dugaan di bawah kontrol atau pengaruh kita juga enggak tahu. Perlu autopsi ulang," ucap dia.
 

Baca: Kuasa Hukum Brigadir J Lapor ke Bareskrim Polri


Peristiwa baku tembak antara dua polisi terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, wilayah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, pukul 17.00 WIB pada Jumat, 8 Juli 2022. Brigadir Yosua yang merupakan sopir istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ditembak ajudan Ferdy Sambo, Bharada RE atau E.
 
Insiden ini berawal saat Brigadir Yosua masuk ke kamar pribadi istri Ferdy Sambo dan melakukan pelecehan seksual hingga menodongkan senjata api ke kepala istri Ferdy Sambo.
 
Putri teriak dan terdengar oleh Bharada RE atau E yang tengah berada di lantai dua rumah. Dia langsung melihat ke bawah dan menanyakan kejadian itu kepada Brigadir Yosua. Namun, Brigadir Yosua melakukan penembakan sebanyak tujuh kali.
 
Tembakan Brigadir Yosua selalu meleset. Bharada RE atau E membalas aksi itu sebanyak lima letusan tembakan dari lantai dua rumah. Hingga akhirnya mengenai tubuh Brigadir Yosua yang mengakibatkan meninggal di tempat
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif