Konferensi pers penembakan di RM Cafe. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Konferensi pers penembakan di RM Cafe. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penembakan TNI di Cengkareng Gara-gara Tagihan Miras

Siti Yona Hukmana • 25 Februari 2021 14:19
Jakarta: Polisi masih mendalami penembakan oleh Bripka CS terhadap anggota TNI AD dan tiga warga sipil di RM Kafe, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Insiden berdarah itu berawal dari cekcok pelaku dan pegawai kafe.
 
"Saat mau bayar (tagihan) minum-minum (minuman keras) terjadi cekcok antara tersangka (Bripka CS) dengan pegawai kafe," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Februari 2021.
 
Yusri mengatakan cekcok terjadi karena Bripka CS tidak terima dengan tagihan yang diberikan pegawai kafe. Namun, Yusri tidak menyebut jumlah tagihan itu.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Minta Maaf, Kapolda Metro Janji Tindak Tegas Anggota Tembak TNI)
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tagihan Bripka CS mencapai Rp3.335.000. Bripka CS menolak membayar tagihan tersebut. Kemudian, anggota TNI AD, S, yang juga petugas keamanan di tempat itu menegur Bripka CS.
 
"Tidak menerima (ditegur), sehingga pelaku mengeluarkan senjata api," ujar Yusri.
 
Akibatnya, S; waiter, FSS; dan kasir, M meninggal. Sedangkan manajer RM Kafe, H, mengalami luka-luka.
 
Insiden itu terjadi Kamis, 25 Juni 2021 pukul 04.00 WIB. Bripka CS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif