Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers kasus penipuan sindikat internasional di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 7 September 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers kasus penipuan sindikat internasional di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 7 September 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

5 Kasus Besar yang Dibongkar Calon Kapolri Komjen Listyo

Nasional polri polisi Calon Kapolri
Siti Yona Hukmana • 13 Januari 2021 16:37
Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Listyo dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.
 
Listyo tercatat mengungkap sejumlah kasus besar selama memimpin Bareskrim sejak 6 Desember 2019. Sepak terjang jenderal bintang tiga ini menjadi sorotan setelah menjadi calon tunggal kapolri. Berikut kasus besar yang diungkap Bareskrim di bawah komando Listyo: 

1. Penyiraman air keras Novel Baswedan


Awal menjabat sebagai kabareskrim, Listyo langsung tancap gas. Dia mengungkap kasus besar yang menyorot perhatian masyarakat, yakni teror air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
 
Baca: Memenuhi Syarat, Proses Persetujuan Listyo di DPR Diyakini Mulus

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel pada 26 Desember 2019 atau 20 hari setelah dilantik. Kedua pelaku, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, berstatus polisi aktif yang bertugas di Brigade Mobil (Brimob).

2. Sengkarut kasus Djoko Tjandra 


Listyo juga berperan banyak dalam perburuan terhadap buronan kasus cassie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra. Setelah menghilang sejak 2009, keberadaan Djoko terendus di Tanah Air lantaran mengajukan peninjauan kembali (PK).
 
Djoko Tjandra tenyata bisa bebas melenggang karena dibantu dua jenderal polisi. Mereka ialah eks Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Prasetyo Utomo dan eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte. 
 
Prasetyo terlibat dalam penerbitan surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra. Sementara itu, Napoleon menghapus red notice Djoko Tjandra. Kedua jenderal itu akhirnya menjadi 'pasien' Bareskrim. Prasetyo divonis tiga tahun penjara, sedangkan Napoleon masih menjalani proses hukum.

3. Penangkapan Maria Pauline Lumowa


Bareskrim di bawah komando Listyo menangkap tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) di kasus pembobolan Bank Negara Indonesia (BNI) Maria Pauline Lumowa. Maria melarikan diri selama 17 tahun setelah terlibat kejahatan dengan total kerugian negara mencapai Rp1,7 triliun itu.

4. Pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab


Sebanyak tiga kasus pelanggaran protokol kesehatan eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab diambil alih Bareskrim. Kasus pertama, yakni peringatan Maulid Nabi di Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 November 2020, dan akad nikah putri Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020.
 
Kasus kedua ialah kerumunan massa pada peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Desa Kuta, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan pada Jumat, 13 November 2020, itu dimulai dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB dan dihadiri 3.000 orang.
 
Ketiga, kasus menghalangi penanganan wabah. Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular di Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor. 
 
Rizieq tidak melaporkan bila terinfeksi covid-19 kepada Satgas Covid-19 pada Rabu, 25 November 2020. Namun, dia mengaku sehat melalui akun media sosial Front TV pada Kamis, 26 November 2020.

5. Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung


Bareskrim mengungkap kasus kebakaran hebat yang melahap habis Gedung Utama Kejaksaan Agung. Dalam kasus ini, Bareskrim menetapkan 11 tersangka.
 
Berkas perkara tersangka kelompok pekerja telah dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik tengah merampungkan berkas beberapa tersangka lainnya, baik dari unsur Kejaksaan Agung maupun pihak swasta lainnya.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif