Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman

Keterlibatan Petugas Lain Lapas Kelas 1 Tangerang Didalami

Nasional narapidana narkoba kasus narkoba tahanan kabur
Siti Yona Hukmana • 06 Oktober 2020 10:43
Jakarta: Penyidik terus mendalami keterlibatan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terkait pelarian gembong narkoba Cai Changpan alias Cai Ji Fan. Sebanyak lima petugas lapas telah dinonaktifkan.
 
"Kita bersama-sama menyelidiki apakah masih ada lagi pegawai lain atau orang lain yang membantu, nantinya bisa naik sebagai tersangka, ini kita dalami terus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Yusri menuturkan dua petugas lapas bakal ditetapkan sbagai tersangka. Keduanya diduga kuat membantu warga negara Tiongkok itu kabur dari tahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inisial S sebagai wadanru (wakil komandan regu), kemudian satu lagi berinisial ES sebagai PNS kesehatan di lapas sana (Kelas I Tangerang). Ada indikasi kedua orang tersebut mengakibatkan larinya tersangka," ungkap Yusri.
 
Penyidik Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Tangerang telah melakukan gelar perkara, Senin, 5 Oktober 2020. Hasil gelar perkara akan disampaikan Selasa, 6 Oktober 2020.
 
(Baca: Kepala Pengamanan Lapas Kelas I Tangerang Dinonaktifkan)
 
"Gelar perkara untuk bisa menentukan status dari dua pegawai lapas," ujar Yusri.
 
Sebelumnya, dua pegawai lapas diduga membantu Cai Changpan kabur dari tahanan. Mereka membantu membelikan alat-alat untuk menggali ubin kamar sel.
 
Kedua petugas lapas itu juga mengantarkan alat-alat penggali ke kamar sel Cai Changpan. Mereka mendapatkan imbalan Rp100 ribu sekali antar.
 
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas Kelas 1 Tangerang, dua komandan jaga, dan dua petugas jaga dinonaktifkan.
 
Cai Changpan kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang, Senin malam, 14 September 2020. Bandar narkoba itu melarikan diri dengan melubangi kamar tahanan sampai gorong-gorong di belakang lapas. Lubang sepanjang 30 meter itu dibuat selama delapan bulan.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif