Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

KPK Usut Dugaan Aliran Dana KONI ke Kejagung dan BPK

Nasional OTT Pejabat Kemenpora Kasus Suap Imam Nahrawi
Candra Yuri Nuralam • 29 Juli 2020 07:27
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan aliran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mengalir ke petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Pemeriksa Keuangan. Informasi itu didapat dari asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.
 
"KPK akan menindaklanjuti informasi tersebut sehingga menjadi jelas dan terang apakah informasi yang disampaikan oleh Miftahul Ulum benar atau tidak," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Ali mengatakan akan bergerak jika ada bukti. Fakta persidangan menjadi bukti awal yang menjadi acuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal tersebut akan dikembangkan dengan melakukan pendalaman," ujar Ali.
 
Untuk saat ini, dia belum bisa memberitahu langkah awal yang dilakukan Lembaga Antikorupsi itu. Dia akan membeberkan semuanya setelah penyelidikan rampung.
 
Ulum sempat menyebut eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisman dan anggota BPK Achsanul Qosasi menerima uang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Fulus itu diduga ditujukan agar Kejaksaan Agung dan BPK menutup rapat persoalan keuangan yang membelit Kemenpora.
 
"BPK Rp3 miliar, Kejaksaan Agung Rp7 miliar Yang Mulia karena mereka bercerita permasalahan ini tidak ditanggapi, sesmenpora (sekretaris Kemenpora) kemudian meminta tolong untuk disampaikan ke Pak Menteri (Imam Nahrawi)," ujar Ulum saat bersaksi dalam persidangan, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Namun, Ulum kemudian meralat pernyataannya soal Adi Toegarisman dan Achsanul Qosasi. Terdakwa kasus suap dana hibah KONI itu mengaku keliru.
 
"Saya sampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Bapak Adi Toegarisman dan Bapak Achsanul Qosasi dan semuanya pihak-pihak atas kekhilafan," ujar Ulum saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020.
 
Baca: Komjak Telusuri Dugaan Aliran Uang Haram kepada Jaksa
 
Ulum mengaku tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Adi dan Achsanul. Dia juga tidak pernah bertemu dengan utusan Adi dan Achsanul, seperti yang disampaikan dalam persidangan beberapa waktu lalu.
 
"Saya hanya mendengar cerita dari pertemuan yang sudah saya lakukan dengan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan yang lainnya. Saya mohon maaf dan semoga sudi menerima permohonan maaf saya," ujar Ulum.

 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif