Anggota Kuasa Hukum Yayasan Supersemar Denny Kailimang,--Foto: MI/M Irfan
Anggota Kuasa Hukum Yayasan Supersemar Denny Kailimang,--Foto: MI/M Irfan

Yayasan Supersemar Akan Patuhi Putusan MA

Nasional supersemar
Indriyani Astuti • 12 Agustus 2015 19:40
medcom.id, Jakarta: Yayasan Supersemar, lembaga yang didirikan Presiden kedua RI, Soeharto, berjanji akan mematuhi putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung (MA).
 
Demikian dikatakan Kuasa hukum Yayasan Supersemar Denny Kailimang. Pihaknya masih menunggu salinan putusan yang dikirim oleh pengadilan untuk dipelajari.
 
"Iya gugatannya kabul dari negara untuk membayar. Makanya kita lihat. Seandainya memang begitu, sebagai yayasan yang sudah diputus oleh pengadilan, ya pertama kita pelajari. Tentunya kita harus taat pada putusan itu," kata Kailimang di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam putusan, Yayasan Supersemar sebagai pihak tergugat II terbukti melakukan tindakan melawan hukum. Yayasan diharuskan membayar kepada negara sekitar Rp4,4 triliun, bukan Soeharto (atau ahli warisnya) sebagai termohon II.
 
Karena putusan tersebut adalah perkara perdata, eksekusi bukan dilakukan jaksa, melainkan oleh panitera dan pengadilan.
 
Mengenai eksekusi, kata Denny, masih perlu dibicarakan oleh Yayasan Supersemar terkait memadai atau tidaknya aset yang dimiliki. Menurut dia, Kejaksaan Agung sempat melakukan penelitian dan klarifikasi aset Yayasan pada 1998.
 
"Itu nanti kita bicarakan sama yayasan. Karena yayasan punya harta benda dan itu juga sudah pernah diadakan penelitian dan klarifikasi oleh kejaksaan pada 1998," katanya.
 
Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan, masih menunggu salinan putusan yang dikirimkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai pengadilan pengaju. Setelah itu, Kejaksaan Agung segera berkoordinasi dengan pengadilan untuk eksekusi perkara.
 
"Kami belum bisa berikan pernyataan lengkap karena masih menunggu salinan putusan," ujar Tonny.
 
Karena penyerahan salinan putusan dari MA ke pengadilan pengaju membutuhkan waktu lama, Kejaksaan Agung berjanji proaktif menanyakan kapan salinan putusan dikirimkan.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif