Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana Dikaji

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 21 Mei 2019 14:43
Jakarta: Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengkaji permintaan penangguhan penahanan untuk tersangka dugaan makar Eggi Sudjana. Penangguhan itu diajukan oleh Eggi melalui kuasa hukumnya, Pitra Romadoni sejak Selasa, 14 Mei 2019.
 
"Penangguhan tahanan itu wewenang penyidik. Semuanya ada penilaian dari penyidik seperti apa, dikabulkan atau tidak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi. Di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Pada Selasa, 14 Mei 2019, pukul 23.00 WIB, Eggi resmi ditahan. Ia dimasukkan ke dalam Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia terancam penjara seumur hidup.
 
Bila dilihat pasal per pasal, ancaman hukuman buat Eggi bervariasi. Ia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun melalui Pasal 107 ayat 1 KUHP. Sedangkan berdasarkan Pasal 107 ayat 2, ancaman berupa penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama 20 tahun bila Eggi merupakan pemimpin atau pengatur makar.
 
Eggi juga berpotensi terancam hukuman setinggi-tingginya 10 tahun bila terbukti menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat melalui Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1947 tentang Peraturan Hukum Pidana. Sedangkan Pasal 14 ayat 2 membuat Eggi terancam hukuman penjara setinggi-tingginya tiga tahun bila terbukti menyiarkan berita atau pemberitahuan yang menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia mengetahui berita tersebut bohong.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif