Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Kivlan Sanggah Semua Dakwaan Jaksa

Nasional senjata api kasus makar
Kautsar Widya Prabowo • 03 Oktober 2019 18:36
Jakarta: Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah semua dakwaan jaksa penuntut umum. Kivlan menegaskan tidak ada pemberian dana untuk membeli senjata api dan perencanaan pembunuhan pejabat negara.
 
"(Pesan senjata ilegal) enggak ada," tegas Kivlan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019.
 
Kivlan membenarkan ada penyaluran dana, namun untuk mendukung acara peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Superasemar). Dia juga menyebut uang itu berasal dari kantong pribadi, bukan pemberian Habil Marati, tersangka dugaan penyandang dana rencana pembunuhan empat pejabat negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kivlan mengaku mengeluarkan uang hingga SGD500 ribu. Uang diberikan langsung ke rekannya, Iwan atau Helmi Kurniawan. "Dikasih ke Iwan, enggak ada untuk urusan lain," pungkasnya.
 
Kivlan disebut menyerahkan uang Rp25 juta kepada seseorang bernama Tajudin melalui Helmi. Uang tersebut dipakai untuk mematai-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan.
 
"Saksi Helmi Kurniawan menyerahkan uang sebesar Rp25 juta yang berasal dari terdakwa (Kivlan) kepada saksi Tajudin sebagai biaya operasional survei dan pemantauan untuk memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan," kata JPU Fahtoni di Gedung Kusuma Atmaja I, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 10 September 2019.
 
Fahtoni mengatakan dana yang diberikan Kivlan kepada Tajudin dari Habil. Habil memberikan uang SGD15.000 kepada Kivlan. Kemudian Kivlan menukarkan uang tersebut ke kurs rupiah melalui Helmi di tempat penukaran uang dan menerima Rp151,5 juta.
 
Kivlan mengambil uang Rp6,5 juta dari total uang tersebut dan menyerahkan kembali sisanya sebesar Rp145 juta kepada Helmi. Saksi Helmi kemudian mengelola uang itu untuk membayar senjata api yang dipesan hingga menyerahkan uang tersebut kepada saksi yang lain.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif