Konferensi pers Korlantas Polri. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Konferensi pers Korlantas Polri. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

10 Kendaraan Perusahaan Tertangkap e-TLE Melanggar Batas Muatan

Siti Yona Hukmana • 04 April 2022 13:07
Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerapkan kebijakan sistem tilang elektronik (e-TLE) di Jalan Tol Trans Jawa-Sumatra dengan jenis pelanggaran kecepatan kendaraan dan batas muatan. Sebanyak 10 kendaraan perusahaan terjaring melanggar batas muatan selama sebulan masa sosialisasi e-TLE.
 
"Selama sosialisasi di tanggal 1-31 Maret 2022 back office kita telah mendata 10 perusahaan atau pemilik kendaraan yang paling sering melanggar batas muatan," kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi dalam konferensi pers di NTMC Polri, MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin, 4 April 2022. 
 
Firman memerinci sepuluh perusahaan yang kendaraannya kedapatan melanggar batas muatan tersebut. Mereka, PT SI Jakarta Timur (Jaktim), PT DK Jaktim, PT KS Jakarta Utara (Jakut), PT SPI Bekasi, PT BBM Bekasi, PT MPM Semarang, PT TP Jakarta Pusat (Jakpus), PT CPM Jaktim, PT TPP Jakpus, PT RMU Jakut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara detail tidak kita publikasikan, namun telah kita kirimkan surat teguran untuk tidak melakukan pelanggaran lagi sekaligus menormalisasi batas muatan serta batas dimensi kendaraannya," ungkap jenderal bintang dua itu.
 
Baca: 239 Kendaraan Tertangkap e-TLE Melanggar Batas Kecepatan di Tol
 
Firman mengatakan dasar hukum batas muatan tercantum dalam Pasal 307 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Beleid itu berbunyi, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor angkutan barang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp500 ribu.
 
Sedangkan, dasar hukum penindakan kecepatan adalah Pasal 21 ayat (1, 2, 3 dan 4), Pasal 104 ayat (4), Pasal 115 (a) dan Pasal 287 ayat (5) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ ditambah Pasal 23 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Beleid itu menyatakan batas kecepatan paling tinggi di jalan tol adalah 100 km/jam dan batas kecepatan paling rendah 60 km/jam.
 
Korlantas Polri telah melakukan penindakan mulai 1 April 2022. Pelanggar wajib membayarkan denda Rp500 ribu. Kebijakan ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Kamera e-TLE yang menangkap kecepatan kendaraan dipasang di 14 titik Tol Trans Jawa-Sumatra, berikut ini daftarnya:

  1. Tol Palimanan Kanci Polda Jabar
  2. Tol Batang-Semarang Polda Jateng
  3. Tol Semarang-Solo Polda Jateng
  4. Tol Solo-Ngawi Polda Jatim
  5. Tol Ngawi-Kertosono Polda Jatim
  6. Tol Bakter Lampung A Polda Lampung
  7. Tol Bakter Lampung B Polda Lampung
  8. Tol Layang MBZ- A Polda Metro Jaya
  9. Tol Layang MBZ-B Polda Metro Jaya
  10. Tol Jakarta Cikampek Polda Metro Jaya
  11. Tol Sedijatmo Polda Metro Jaya
  12. Tol Dalam Kota Polda Metro Jaya
  13. Tol Kunciran-cengkareng A Polda Metro Jaya
  14. Tol Kunciran-cengkareng B Polda Metro Jaya.

Kamera yang merekam pelanggaran batas muatan terdapat di tujuh titik. Berikut ini daftarnya:

  1. Jorr Seksi E Km 53+600 B
  2. Jagorawi Km 45+800 B (Eks GT Ciawi)
  3. Jakarta-Tangerang Km 9+600 B
  4. Padaleunyi Km 120 B
  5. Semarang A, B, C Km 438 (Akses GT Muktiharjo)
  6. Ngawi- Kertosono Km 654+000 B
  7. Surabaya-Gempol Km 757+400 B.

 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif