Hakim Bisa Jemput Paksa Novanto
Jaksa Penuntut Umum pada KPK M Takdir Suhan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto hari ini batal bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Majelis hakim akan mengupayakan jemput paksa Novanto.
 
"Ada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ada upaya paksa, yang bisa kita lakukan itu sesuai dengan keputusan hakim juga," kata Jaksa M Takdir Suhan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat, 20 April 2018.
 
Takdir menjelaskan, jika sampai tiga kali pemanggilan Novanto tidak hadir, pihaknya akan meminta kebijakan majelis hakim untuk mengambil upaya paksa.
 
"Bagaimanapun pemanggilan kita tunggu maksimal sampai tiga kali. Kita tunggu dulu pada pemanggilan kedua dan seterusnya apakah ada alasan-alasan yang tidak patut," ujar Takdir.

Baca: Alasan Novanto Harus Dihukum Berat

Novanto hari ini dijadwalkan bersaksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo. Namun, Novanto absen dalam sidang terkait kasus merintangi penyidikan itu.
 
Menurut Takdir, Novanto tengah menyiapkan duplik (jawaban atas tanggapan) menghadapi keputusan sidang 24 April 2018. Novanto bersedia hadir memberikan keterangan sebagai saksi setelah menghadapi keputusan majelis.
 
"Setelah 24 April 2018, SN bersedia untuk datang. Maka nanti kita panggil lagi, semoga tidak ada halangan dengan alasan yang macam-macam," ujar Takdir.
 
Majelis Hakim Tipikor menunda sidang hingga pekan depan, Senin, 23 April 2018. Novanto dijadwalkan kembali dipanggil lagi dalam kesempatan itu.
 




(FZN)