Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) meninjau proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olah raga di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) meninjau proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olah raga di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

Rugi Besar Jika Wisma Atlet Hambalang Dibiarkan

Nasional hambalang
Dheri Agriesta • 10 September 2016 07:11
medcom.id, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membutuhkan anggaran sekitar Rp550 miliar untuk melanjutkan pembangunan Wisma Atlet Hambalang. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, keputusan melanjutkan pembangunan Wisma Atlet Hambalang karena pemerintah tak ingin rugi besar.
 
"Pilihannya mau dibiarkan apa dilanjutkan? Kalau dibiarkan otomatis timbul kerugian besar," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016).
 
Kalla menjelaskan, pemerintah telah mengeluarkan Rp600 miliar untuk pembangunan yang akhirnya mangkrak itu. Lagipula, kata Kalla, tak ada kerusakan berarti pada bangunan yang lama terbengkalai. Bangunan hanya mengalami kerusakan kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontur tanah dan wilayah pembangunan tak mengalami masalah. Apalagi, di daerah itu cukup banyak bangunan besar yang dimiliki negara.
 
"Sebenarnya daerah itu memang secara teknis bisa, asal jangan lebih dari tiga tingkat, tergantung beratnya bangunan," jelas Kalla.
 
Kalla mengakui pembangunan ini memakan banyak biaya. Tapi, biaya pembangunan bisa dihemat jika bangunan yang ada dimanfaatkan maksimal.
 
"Tidak harus melengkapinya sesuai rancangan semula, kita sedang membahas ini untuk pendidikan guru olahraga, atlet juga," lanjut Kalla.
 
Untuk peningkatan olahraga, pemahaman teori saja tak cukup. Pemahaman teori juga harus diiringi dengan kecakapan praktek olahraga. Kalla mengatakan, Wisma Atlet Hambalang ini nantinya bisa dimanfaatkan guru olahraga karena fasilitasnya legkap.
 
Kalla pun telah melaporkan rencana pembangunan ini kepada Presiden Joko Widodo. Presiden pun tengah menunggu laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
 
"Beliau (presiden) minta akan dibicarakan lagi lebih teknis setelah laporan dari KemenPU resmi masuk," pungkas Kalla.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif