Kiri: Muhammad Fahri sosok asli pengancam Jokowi dan Wiranto Kanan: Teuku Yazid sosok salah tangkap
Kiri: Muhammad Fahri sosok asli pengancam Jokowi dan Wiranto Kanan: Teuku Yazid sosok salah tangkap

Pria Bersorban Hijau Pengancam Presiden Ditangkap

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 10 Juni 2019 13:45
Jakarta: Polisi menangkap sosok asli yang diduga mengancam ingin membunuh Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Polisi mengakui pelaku yang diamankan sebelumnya salah tangkap.
 
Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung mengungkapkan pemuda bernama Teuku Yazhid yang sebelumnya ditangkap bukan sosok di dalam video yang viral. Sosok pelaku aslinya telah ditangkap di daerah Sulawesi.
 
"Iya, betul (yang diamankan sebelumnya bukan pelaku yang asli)," kata Sapta kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku yang ditangkap belum lama ini bernama Muhammad Fahri. Fahri sosok identik pemuda bersorban hijau yang mengancam Jokowi dan Wiranto melalui video yang sempat viral di media sosial.
 
"Iya, pria bersorban hijau itu kita tangkap di Sulawesi Tengah pada Sabtu, 1 Juni 2019," ujar Sapta.
 
Sebelumnya, polisi menyebut telah menangkap pelaku bersorban hijau pengancam Jokowi dan Wiranto. Pelaku telah diperiksa intensif di Polda Metro Jaya.
 
"Iya, sudah ditangkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Namun, sosok yang ditangkap bukanlah pelaku yang identik dengan video tersebut. Teuku Yazhid, pemuda yang ditangkap sebelumnya hanya berparas mirip dengan Muhammad Fahri.
 
Sebelumnya, video ancaman itu beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria. Satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Pria lainnya mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.
 
Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau. Sementara itu, pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog.
 
Kemudian, Relawan Joko Widodo, C Suhadi melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto ke polisi. Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) itu memperkarakan pengancam dengan tuduhan makar.
 
"Saya sebagai bangsa enggak senang Kepala Negara dicaci maki. Sebagai rakyat dan relawan Jokowi saya tidak suka Presiden dicaci begitu, apalagi diancam mau dibunuh dan sebagainya," kata Suhadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Suhadi membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 22 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/ Dit Reskrimum. Pasal yang disangkakan ialah makar atau pemufakatan jahat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.
 
"Saya melaporkan berkaitan makar karena itu ada kata-kata bunuh Presiden. Ada beberapa pasal lain juga saya laporkan," beber dia.
 
Dalam laporan Suhadi menyertakan barang bukti berupa video. Ia mengaku pertama kali mendapatkan video dari grup perpesanan WhatsApp.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif