Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). ANT/Reno Esnir.
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). ANT/Reno Esnir.

Novanto Terancam Mendekam di Rutan Teroris

Nasional setya novanto
16 Juni 2019 21:56
Jakarta: Penahanan terpidana korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto kemungkinan bakal dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Pemindahan lokasi penahanan ini dibahas Ditjenpas Kemenkumham setelah Novanto tepergok pelesiran di sebuah toko bangunan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
 
Ini bukan kali pertama Novanto menyalahgunakan izin berobat dari Lapas untuk 'berkeliaran'. Pada akhir April lalu, Novanto juga kedapatan singgah di restoran sekitar RSPAD Gatot Subroto.
 
"Selanjutnya apakah Setnov akan tetap menjalani pidana di Rutan Gunung Sindur atau tidak, menunggu hasil pemeriksaan tim kanwil jabar beserta tim dari Ditjenpas," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Ade Kusmanto melalui keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya menyalahgunakan izin, mantan Ketua DPR ini juga merupakan salah satu narapidana yang diduga turut mendapat sel fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin saat masih dipimpin Wahid Husen. Saat ini, Wahid Husen telah mendekam di Lapas Sukamiskin atas perkara suap jual beli fasilitas mewah di Lapas khusus koruptor tersebut.
 
Menurut Ade, saat ini pihaknya telah mendalami dan memeriksa Novanto. Ditjenpas Kemenkumham juga sudah memeriksa petugas bernama Sandi yang mengawal Novanto usai menjalani rawat inap di Rumah Sakit Santosa, Bandung pada Jumat, 14 Juni 2019.
 
(Baca: Novanto Dipindahkan ke Lapas Napi Teroris)
 
"Petugas pengawal telah diperiksa karena tidak menjalankan tugasnya sesuai standar operasional prosedur," kata Ade.
 
Ade mengatakan penyalahgunaan izin berobat Novanto ini awalnya terjadi pada Senin, 10 Juni 2019. Saat itu, dilaksanakan sidang tim pengamat pemasyarakatan untuk mengusulkan perawatan lanjutan di rumah sakit luar lapas dalam hal ini RS Santosa Bandung.
 
Selanjutnya, pada Selasa, 11 Juni 2019, Novanto diberangkatkan ke RS Santosa, Bandung untuk menjalani perawatan dengan dikawal petugas Lapas Sukamiskin dan anggota Polsek Arcamanik. Tiba di RS Santosa Bandung, Novanto kemudian mengeluh tangan sebelah kirinya tidak bisa digerakkan.
 
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Santosa, Novanto menjalani perawatan rawat inap di lantai 8 kamar 851 RS Santosa," katanya.
 
(Baca: Petugas Lapas Pengawal Setnov Terancam Dipecat)
 
Di hari yang sama, kata Ade, sekitar pukul 14.22 WIB dilaksanakan serah terima pengawalan di RS Santosa Bandung dari petugas atas nama FF ke petugas atas nama S berdasarkan surat perintah Kalapas No.W.11.PAS.PAS1.PK.01.04.02-4045.
 
Sekitar pukul 14.42 WIB, Novanto keluar ruang perawatan menuju lift menggunakan kursi roda didampingi keluarganya dan meminta izin untuk menyelesaikan administrasi rawat inap di lantai 3 RS Santosa. Kemudian pada pukul 14.50 WIB, pengawal atas nama S mengecek ke ruang administrasi bahwa ternyata Novanto tidak ada di ruang administrasi.
 
"Pukul 17.43 WIB, Novanto kembali ke RS Santosa dan pukul 19.45 WIB, pengawal atas nama S dan Setnov tiba di Lapas Kelas I Sukamiskin," kata Ade.
 
Novanto diketahui tidak ada di RS Santosa pada pukul 14.50 WIB sampai dengan pukul 17.43 WIB. Novanto diduga telah menyalahgunakan izin berobat.
 
"Keberadaan Setnov di salah satu toko bangunan di Kota Baru Padalarang, Bandung Barat adalah merupakan tindakan melanggar tata tertib lapas/rutan," katanya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif