Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) tiba untuk menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) tiba untuk menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Khofifah Mengaku Tak Dekat dengan Romahurmuziy

Nasional OTT Romahurmuziy
Theofilus Ifan Sucipto • 03 Juli 2019 13:47
Jakarta: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku sebatas kenal dengan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi). Ia tak punya kedekatan khusus kendati sama-sama pernah di PPP.
 
"(Saya) kenal (Romi). Dulu saya di PPP tapi pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelum Romi jadi pengurus PPP," kata Khofifah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Khofifah mengatakan kenal Romi lantaran anak pendiri organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Umroh Mahfudzoh. Dia dan ibu Romi saat sama-sama menjabat di DPR pada 1999.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Namun kedekatan) secara khusus (dengan Romi) tidak ada," jelas Mantan Menteri Sosial tersebut.
 
Baca juga:Khofifah Siap Bersaksi terkait Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag
 
Pada kesempatan tersebut Khofifah dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin. Ia dimintai keterangannya terkait suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.
 
Dalam perkara ini, Muafaq didakwa menyuap Muhammad Romahurmuziy senilai Rp91,4 juta terkait dengan pengangkatannya sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Dalam dakwaan itu, Romi baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Muafaq.
 
Terdakwa lain yakni Haris juga menyuap Romi sebesar Rp325 juta. Romi bersama Menteri Agama Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung disebut melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romi mendapat Rp255 juta, sedangkan Lukman diduga menerima Rp70 juta.
 
Muafaq dan Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif