Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Menag Disebut Dapat Rp70 Juta dari Jual-Beli Jabatan

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 29 Mei 2019 16:23
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin disebut tidak menerima keseluruhan total suap yang didakwakan ke Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) Haris Hasanuddin. Lukman hanya menerima total Rp70 juta selama dua kali penerimaan.
 
Pemberian uang pertama terjadi pada pertemuan Haris dengan Lukman di Hotel Mercure Surabaya, Jatim. Haris memberikan Rp50 juta saat itu.
 
"Dalam pertemuan tersebut Lukman menyampaikan bahwa ia 'pasang badan' untuk tetap mengangkat Terdakwa (Haris) sebagai kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," ujar jaksa Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai diangkat dan dilatik sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris kembali memberi uang kepada Lukman. Uang diserahkan di Tebu Ireng, Jombang, Jatim, melalui seseorang bernama Herry Purwanto.
 
"Uang Rp20 juta sebagai bagian dari komitmen yang sudah disiapkan oleh terdakwa untuk pengurusan jabatan selaku kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," ucap Jaksa Wawan.
 
Sementara itu, Haris didakwa menyuap Menteri Lukman dan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy (Romy) total Rp325 juta. Peran Romy dan Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung mengintervensi proses pengangkatan Haris sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan menjelaskan suap itu diberikan secara bertahap. Pertama, uang suap diberikan kepada Romy sebesar Rp5 juta.
 
"Kompensasi atas bantuan Romy sehingga terdakwa dinyatakan lolos seleksi administrasi sekaligus sebagai komitmen awal untuk bisa diangkat," kata Jaksa.
 
Baca: Menteri Lukman Pasang Badan buat Penyuap
 
Romy lalu menerima uang berjumlah Rp250 juta. Fulus diberikan di kediaman Romy Jalan Batuampar 3 Nomor 04, Batuampar, Kramatjati, Jakarta Timur. Romy diduga menerima fee cukup banyak dalam perkara ini.
 
Jaksa menilai perbuatan Romy itu bertentangan dengan jabatannya sebagai anggota DPR periode 2014-2019. Sementara itu, sikap Lukman bertentangan dengan posisinya sebagai menteri agama 2014-2019.
 
Atas perbuatannya, Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif