Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM, Selasa, 26 Juli 2022. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM, Selasa, 26 Juli 2022. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

LPSK Kabulkan Pengajuan Justice Collaborator Bharada E

Media Indonesia.com • 13 Agustus 2022 23:21
Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima pengajuan Bharada Richard Eliezer alias E sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan pengajuan sebagai justice collaborator tersebut dikabulkan pada Jumat malam, 12 Agustus 2022.
 
"Sekarang (Bharada E) sudah ditetapkan sebagai perlindungan LPSK untuk dijadikan justice collaborator," kata Hasto ketika dihubungi, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Hasto mengatakan setelah ditetapkan sebagai justice collaborator, pihaknya akan memberikan perlindungan selama 24 jam kepada Bharada E. Saat ini, Bharada E ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan memberikan penebalan dengan menempatkan orang secara 24 jam pengawalan di tempat dia ditahan itu agar LPSK bisa mengikuti semua hal yang akan dilakukan terhadap Bharada E ini, ya pemeriksaan dan sebagainya," ujar dia. 
 
Bharada E ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias J. Polri juga menetapkan Irjen Ferdy Sambo, Brigadir Ricky Rizal, dan seseorang berinisial KM sebagai tersangka.

Baca: Istri Ferdy Sambo Berada di Kamar Saat Brigadir J Dieksekusi


Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan Bharada E berperan sebagai penembak Brigadir J. Sedangkan Brigadir Ricky Rizal dan KM berperan membantu dan menyaksikan penembakan.
 
Sedangkan Ferdy Sambo menyuruh melakukan penembakan dan menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Keempat tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal hukuman mati.
 
"Hasil pemeriksaan 4 tersangka penyidik menerapkan Pasal 340 subsider 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun," kata Agus.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif