Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Pihak Kemendag Lain yang Berkomunikasi dengan Tersangka Ekspor CPO Diselisik

Fachri Audhia Hafiez • 18 Mei 2022 22:05
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang berkomunikasi dengan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya termasuk minyak goreng (migor), Lin Che Wei (LCW). Lin Che Wei terendus berkomunikasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana.
 
"Kalau itu kita lihat nanti dari alat bukti," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu malam, 18 Mei 2022.  
 
Kejagung akan mendalami bukti berupa rapat secara virtual yang diduga terkait dengan ekspor tersebut. Rapat itu diduga dihadiri oleh sejumlah pihak Kemendag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alat bukti rapat-rapat yang dilakukan ketika di rapat pakai zoom meeting siapa saja yang masuk di link itu, ini lagi dibuka, siapa saja," ucap Febrie.
 
Kendati demikian, penyidik masih menelaah peserta rapat yang ikut mendorong ekspor tersebut. Pasalnya, terdapat peserta rapat virtual yang tidak aktif.
 
"Mungkin ada yang masuk ke link itu sebagai peserta pasif. Tapi ada juga mungkin yang nanti kita lihat alat bukti, ada enggak ikut mendorong," kata Febrie.
 
Baca: Lin Che Wei Diduga Mengintervensi Kebijakan Ekspor CPO Sejak Januari 2022
 
Kejagung menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi minyak goreng. Teranyar, Korps Adhyaksa menetapkan Lin Che Wei menjadi tersangka. Saat kasus itu bergulir, dia disebut sebagai penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia.
 
Lin Che Wei diduga berperan mengondisikan pemberian izin persetujuan ekspor di beberapa perusahaan. Perbuatan itu dilakukan bersama tersangka Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Selain Indrasari, tiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya adalah Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA selaku, dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif