10 mantan anggota DPRD Sumut hadir dalam sidang tipikor. Foto: Antara/Aprilio Akbar.
10 mantan anggota DPRD Sumut hadir dalam sidang tipikor. Foto: Antara/Aprilio Akbar.

Tujuh Eks Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Suap

Nasional gatot pujo nugroho
Faisal Abdalla • 27 Desember 2018 18:23
Jakarta: Tujuh eks anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara didakwa menerima suap. Suap diduga diberikan oleh mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho.
 
"Melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubunganya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Tujuh orang anggota DPRD Sumut itu masing-masing atas nama Pasiruddin Daulay, Elezaro Dhuha, Musdalifah, Tahan Manahan Panggabean, Tunggul Siagan, Fahru Rozi dan Taufan Agung Ginting.
 
Praktik rasuah ini berawal saat Pemprov Sumut melakulan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Pemprov (LPJP) Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012.
 
Suap diduga diberikan Gatot untuk melancarkan LPJP APBD 2012, pengesahan Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2013, pengesahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2014, pengesahan Perubahan APBD tahun anggaran 2014 serta pengesahan APBD Sumut tahun anggaran 2015.
 
Jaksa membeberkan, saat itu Wakil Anggota DPRD Provinsi Sumut Chaidir Ritonga, M Afan, Kamaluddin Harahap dan Sigit melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Nurdin Lubis, Sekretaris Dewan Sumut Randiman Tarigan, serta Kepala Biro Keuangan Pemrpov Sumut Baharuddin Siagan.

Baca: KPK Tetapkan 38 Anggota DPRD Sumut Sebagai Tersangka

Dalam pertemuan itu Nurdin Lubis menyampaikan agar Raperda LPJP APBD tahun 2012 disetujui oleh DPRD Sumut. Menanggapi permintaan itu, Kamaluddin meminta uang kompensasi.
 
Permintaan 'uang ketok palu' itu kemudian direalisasikan dan diterima oleh sejumlah anggota DPRD Sumut termasuk lima anggota DPRD tersebut.
 
Menurut jaksa, permintaan kompensasi itu terus berlanjut hingga pengesahaan APBD Pemprov Sumut tahun 2015.
 
Pasiruddin didakwa menerima suap sebesar Rp 127,5 juta, Elezaro sebanyak Rp 527,5 juta, Musdalifah sebesar Rp 477,5 juta, Panggabean sebesar Rp 1,035 miliar, Tunggul Siagan sebesar Rp 577,5 juta, Fahru Rozi Rp 397,5 juta dan Taufan sebesar Rp 442,5 juta.
 
Atas perbuatannya, tujuh mantan anggota DPRD Sumut itu didakwa melanggar Pasal 12 hurup a atau b atau Pasal 11 jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jis Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Sebagian dari mereka sudah diproses di pengadilan, sementara sebagian lain masih dalam proses penyidikan. Sementara mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho selaku pemberi suap sudah divonis empat tahun penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi