KPK Pastikan Proses Hukum Bupati Tulungagung Berlanjut
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tak mempersoalkan niat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang akan melanti Syahri Mulyo sebagai Bupati Tulungagung. Proses hukum terhadap Syahri dipastikan akan tetap berjalan.

"Sama halnya dengan KPK ketika menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Jadi itu bukan persoalan, silakan saja," terangnya saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Minggu, 1 Juli 2018 kemarin.

Menurut Saut, meski tetap akan dilantik, KPK tidak kemudian berhenti atau bahkan menyelesaikan kasus korupsi yang menjerat Syahri. KPK bahkan, lanjutnya, akan terus melanjutkan hingga kasus itu divonis di pengadilan.


"Proses hukum akan terus jalan. Pemeriksaan pun sampai sekarang masih dilakukan. Apa lagi yang bersangkutan telah ditahan," tandas Saut.

Baca: Bupati Tulungagung Menyerahkan Diri

Sebagaimana diketahui Syahri keluar sebagai peraih suara terbanyak dan dipastikan menang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung 27 Juni lalu berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei.

Atas kemenangan itu, Mendagri pun langsung menanggapi dan menegaskan akan tetap melantik Syahri yang diusung PDIP meski sekarang tengah ditahan oleh KPK.

Menurut Mendagri, ketika setelah dilantik Syahri terbukti bersalah berdasarkan putusan kasusnya, maka jabatan bupati itu bisa langsung dicopot.

Syahri sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap senilai Rp 2,5 miliar dari pihak swasta. KPK menduga pemberian itu terkait dengan fee proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Syahri dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 65 KUHP. (Media Indonesia)





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id