Made Sutrisna-----MI/Barry Fatahillah
Made Sutrisna-----MI/Barry Fatahillah

Eksekusi Aset Supersemar Tunggu Sidang Teguran

Nasional supersemar
Deny Irwanto • 11 November 2015 14:15
medcom.id, Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum mengeksekusi aset milik Yayasan Supersemar yang hendak disita Kejaksaan Agung. Eksekusi baru dilakukan setelah pengadilan menggelar sidang tegurang atau aanmaning dengan mempertemukan dua pihak yang bersengketa.
 
Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan I Made Sutrisna mengatakan, pihaknya akan lebih dulu membuat ringkasan perkara yang diperselisihkan dari awal.
 
"Kemudian akan dilakukan penetapan sidang aanmaning sekaligus pemanggilan dari pemohon dan termohon," kata Made Sutrisna kepada Metrotvnews.com, Rabu (11/11/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sidang teguran, kata Sutrisna, pengadilan akan mempertanyakan apakah yayasan selaku termohon akan membayar ganti rugi sebesar Rp4,4 triliun atau tidak. Jika termohon menjawab bersedia, kata dia, mereka diberi waktu delapan hari buat melaksanakan putusan.
 
"Apabila itu dilaksanakan secara sukarela, misalnya dengan uang tunai, bisa jadi tidak terjadi eksekusi," sebut Sutrisna.
 
Tapi jika selama delapan hari itu tidak bisa terlaksana secara sukarela, kata Sutrisna, barulah tahapan eksekusi dijalankan. Pemohon yaitu Kejaksaan Agung akan menginventarisasi harta bergerak atau tidak bergerak untuk dieksekusi. Hal itu dilakukan sebagai pengganti uang tunai itu.
 
"Keputusan bisa tidaknya terlaksana eksekusi ada di delapan hari itu, hingga saat ini surat penetapan masih disiapkan oleh ketua Pengadilan," tandas Made.
 
Eksekusi aset supersemar ini adalah tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung. Kasus bermula dari gugatan pemerintah terhadap dugaan penyelewengan dana beasiswa di Yayasan Supersemar. Dana yang seharusnya digunakan untuk beasiswa malah mengalir ke beberapa perusahaan.
 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis bersalah Yayasan Supersemar pada 28 Maret 2008. Vonis itu dikuatkan di tingkat Pengadilan Tinggi pada 19 Februari 2009.
 
Yayasan Supersemar kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun kalah. Kejagung juga mengajukan peninjauan kembali pada September 2013. Di sisi lain Yayasan Supersemar juga mengajukan PK. Namun MA mengabulkan PK Kejaksaan Agung dan menolak PK Yayasan Supersemar. Dalam putusan PK itu, yayasan harus membayar denda Rp4,4 triliun.
 

(TII)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif