medcom.id, Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengimbau seluruh lapisan masyarakat bersinergi melawan tindak pidana korupsi. Tantangan pemberantasan korupsi ke depan dinilai makin rumit.
Pratikno mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan rasuah. Dia mengakui, pemerintah kesulitan memberantas korupsi tanpa keterlibatan masyarakat.
"Pemerintah tentu sangat terbantu jika semua pihak terlibat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Tidak sendirian, seluruh lapisan masyarakat bersinergi mencegah dan berantas korupsi," jelas Pratikno dalam peringatan 17 tahun Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Pembukaan Sekolah Antikorupsi, di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).
Ia berkata lagi, "Upaya ini memang sudah lama dilakukan, sejak ICW hadir dan sebelum itu juga".
Kata dia, selain pencegahan semua lini harus mencari car baru terkait pemberantasan korupsi. "Tantangan pencegahan diikuti pencarian dalam tindak-tindak pidana korupsi. Ada sofistikasi yang berjalan, bukan hanya di level pencegahan. Oleh karena itu, saya setuju harus terus menerus mencari cara baru, lakukan bersama-sama. Sinergi harus kita lakukan," lanjut dia.
Pemerintah, kata Pratikno, akan terus menjaga komitmen memberantas korupsi. Apalagi, dengan tantangan yang sudah makin kompleks ke depannya.
"Tantangan antikorupsi makin kompleks, termasuk pelaku pidana korupsi yang lebih muda. Upaya ICW dengan Sekolah Antikorupsi, saya yakin akan sakti. Bisa jadi membidik, membibit pemimpin yang tidak toleransi terhadap korupsi," paparnya.
Dia menjelaskan, kesulitan pemerintah dalam mencegah dan memberantas korupsi karena masih kurangnya keterlibatan masyarakat. Hal ini bisa dimanfaatkan oknum-oknum pemegang kekuasaan melakukan tindak pidana korupsi.
"Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk melakukan kontrol dan mengerem demand kepada korupsi itu sendiri," tandas dia.
medcom.id, Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengimbau seluruh lapisan masyarakat bersinergi melawan tindak pidana korupsi. Tantangan pemberantasan korupsi ke depan dinilai makin rumit.
Pratikno mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan rasuah. Dia mengakui, pemerintah kesulitan memberantas korupsi tanpa keterlibatan masyarakat.
"Pemerintah tentu sangat terbantu jika semua pihak terlibat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Tidak sendirian, seluruh lapisan masyarakat bersinergi mencegah dan berantas korupsi," jelas Pratikno dalam peringatan 17 tahun Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Pembukaan Sekolah Antikorupsi, di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).
Ia berkata lagi, "Upaya ini memang sudah lama dilakukan, sejak ICW hadir dan sebelum itu juga".
Kata dia, selain pencegahan semua lini harus mencari car baru terkait pemberantasan korupsi. "Tantangan pencegahan diikuti pencarian dalam tindak-tindak pidana korupsi. Ada sofistikasi yang berjalan, bukan hanya di level pencegahan. Oleh karena itu, saya setuju harus terus menerus mencari cara baru, lakukan bersama-sama. Sinergi harus kita lakukan," lanjut dia.
Pemerintah, kata Pratikno, akan terus menjaga komitmen memberantas korupsi. Apalagi, dengan tantangan yang sudah makin kompleks ke depannya.
"Tantangan antikorupsi makin kompleks, termasuk pelaku pidana korupsi yang lebih muda. Upaya ICW dengan Sekolah Antikorupsi, saya yakin akan sakti. Bisa jadi membidik, membibit pemimpin yang tidak toleransi terhadap korupsi," paparnya.
Dia menjelaskan, kesulitan pemerintah dalam mencegah dan memberantas korupsi karena masih kurangnya keterlibatan masyarakat. Hal ini bisa dimanfaatkan oknum-oknum pemegang kekuasaan melakukan tindak pidana korupsi.
"Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk melakukan kontrol dan mengerem demand kepada korupsi itu sendiri," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)