Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Foto: MI/Rommy Pujianto
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Foto: MI/Rommy Pujianto

Mengundurkan Diri, Pimpinan KPK Gagal Jaga Marwah

Nasional pimpinan kpk
Juven Martua Sitompul • 15 September 2019 17:01
Jakarta: Direktur Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Lokataru Haris Azhar mengkritik langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan tanggung jawab pengelolaan lembaga antirasuah kepada Presiden Joko Widodo). Tindakan tersebut menunjukkan kegagalan pimpinan KPK saat ini menjaga kehormatan lembaga antirasuah.
 
"Menurut saya pimpinan KPK gagal memelihara atau membawa marwah KPK. Mereka gagal melawan dan akhirnya puncaknya ini sekarang, salah satu yang patut disalahkan ya pimpinan KPK secara akumulatif," kata Haris kepada wartawan, Minggu, 15 September 2019.
 
Ketiga pimpinan tersebut di antaranya, Agus Rahardjo, Laode M. Syarif, serta Saut Situmorang. Tanpa dua pimpinan lainnya yaitu Alexander Marwata dan Basaria Panjaitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haris menilai keputusan menyerahkan mandat ke Jokowi ini bentuk lari dari tanggung jawab para pimpinan KPK. Mereka tak etis melakukan hal tersebut di tengah upaya pelemahan lembaga antirasuah tersebut.
 
"Saya mah bilang malah itu justru ketidaktanggungjawaban mereka, lagi lawan-lawan gini kok tiba-tiba kabur," kata Haris.
 
Ia menyinggung kasus mantan Deputi Bidang Penindakan KPK, Firli Bahuri yang baru diumumkan kepada publik belakangan ini. "Dugaan Firli pelanggaran itu, seharusnya pada waktu ada peristiwa itu diumumkan dong. Terus dijelaskan nama tersebut muncul, apakah KPK sudah memberikan namanya ke pansel?" tuturnya.
 
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyerahkan tanggung jawab pengelolaan pemberantasan korupsi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia merasa KPK tengah berada dalam bahaya.
 
'Dengan berat hati, Jumat, kami menyerahkan tanggung jawab tertinggi. Kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden,' ujar Agus di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019.
 
Ke depan, Agus akan menunggu perintah dari Jokowi untuk melanjutkan pemberantasan korupsi. 'Kami menunggu perintah apakah kami masih dipercaya sampai Desember (2019). Apa masih berjalan seperti biasa?' tuturnya.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif