Bharada E mengenakan pakaian tahanan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Bharada E mengenakan pakaian tahanan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kuasa Hukum Bharada E Masih Tunggu Status Berkas P-21

Theofilus Ifan Sucipto • 18 September 2022 10:45
Jakarta: Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (E), Ronny Berty Talapessy, mengatakan pihaknya masih memantau progres berkas perkara di Kejaksaan Agung (Kejagung). Teranyar, berkas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) sudah dikembalikan kepada Kejagung.
 
"Kita menunggu berkas P-21," kata Ronny dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Skenario Buruk Pengadilan Sambo: Ajudan Cabut Kesaksian, Sambo Bebas!,’ Minggu, 18 September 2022.
 
Berkas P-21 adalah kode bahwa penyidikan dari kepolisian sudah lengkap. Ronny mengatakan dirinya sempat mendampingi Bharada E saat jaksa meminta berkas perkara dilengkapi atau P-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk sementara saya lihat (progresnya) masih on the track. Karena informasinya, (berkas) sudah dikirim balik ke kejaksaan dan mungkin jaksa sedang meneliti," ujar dia.
 
Senada, kuasa hukum Bripka Ricky Rizal (RR) Zena Dinda Defega masih memantau perkembangan berkas perkara. Pihaknya masih menanti keputusan jaksa agar berkas perkara segera P21.
 

Baca: Sosok 'Kakak Asuh' Disebut Mencoba Bantu Ferdy Sambo Agar Divonis Ringan


Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung menerima pelimpahan berkas perkara lima tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Berkas yang dikembalikan merupakan hasil perbaikan.
 
"Betul pada hari Rabu pukul 11.30 WIB, kami telah menerima berkas perkara atas nama tersangka FS dan kawan-kawan untuk dilakukan penelitian kembali terkait petunjuk yang telah kami sampaikan sebelumnya," kata Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Jampidum Kejaksaan Agung Agnes Triani saat dikonfirmasi, Jumat, 16 September 2022.
 
Kelima berkas tersebut ialah tersangka Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi. Menurut Agnes, sebelum dilimpahkan kembali, jaksa peneliti melakukan koordinasi sebagai tindak lanjut pengembalian berkas (P-19) dari jaksa ke penyidik Polri.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif