Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman

Polisi Kembali Panggil Hadi Pranoto

Nasional pencemaran nama baik anji Hadi Pranoto
Siti Yona Hukmana • 24 Agustus 2020 12:02
Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali mengagendakan pemeriksaan Hadi Pranoto. Dia bakal diperiksa terkait klaim soal obat covid-19 (korona).
 
"Hari ini kita jadwalkan untuk pemanggilan kedua, tadi malam (Minggu, 23 Agustus 2020) pengacaranya menyampaikan akan siap hadir hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 24 Agustus 2020.
 
Hadi Pranoto dijadwalkan diperiksa pada pukul 10.00 WIB. Namun, hingga berita ini ditayangkan Hadi belum hadir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita masih menunggu, mudah-mudahan segera hadir sesuai dengan apa yang disampaikan pengacaranya, untuk bisa menghadiri undangan pemeriksaan berdasarkan laporan polisi dari MA (Muannas Alaidid)," ujar Yusri.
 
Hadi batal diperiksa pada Kamis, 13 Agustus 2020. Dia tak hadir dengan alasan sakit.
 
(Baca: BPOM: Obat Covid-19 Belum Ada)
 
Hadi dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Namun, tak disebutkan sakit yang diderita Hadi.
 
"Pengacaranya tadi pagi mengantarkan surat izin rawat yang bersangkutan," kata Yusri, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Sebelumnya, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Hadi dan YouTuber sekaligus influencer Anji ke Polda Metro Jaya, Senin malam, 3 Agustus 2020. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
Anji telah diperiksa penyidik. Dia mengaku tahu soal obat herbal Hadi dari pemberitaan di media.
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat Hadi ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Keduanya dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif