Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Alasan Bebaskan Napi Korupsi

Nasional kpk tahanan napi kasus korupsi
Anggi Tondi Martaon • 05 April 2020 08:55
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menolak mentah-mentah ide Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membebaskan napi korupsi. Mahfud menegaskan pemerintah tak ada keinginan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
 
Mahfud menyebut tidak ada alasan napi korupsi dibebaskan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Alasan utama, korupsi merupakan kejahatan luar biasa.
 
"Tempatnya mereka (juga) sudah luas, sudah bisa menerapkan physical distancing," kata Mahfud di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud menuturkan rumah tahanan koruptor berbeda dengan rumah tahanan narapidana umum. Napi korupsi dinilai ditempatkan di tempat lebih baik.
 
(Baca: Mahfud: Tak Ada Remisi untuk Koruptor)
 
"Malah isolasi di sana lebih bagus daripada di isolasi di rumah," ujar Mahfud.
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan pihaknya berpegang pada keputusan Presiden Joko Widodo pada 2015. Jokowi tidak akan mengubah aturan yang ada.
 
"Atau tidak punya pikiran untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012," tegas dia
 
Menkumham Yasonna Laoly ingin merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 untuk membebaskan napi korupsi demi mencegah penyebaran virus korona di dalam lapas. Ini sekaligus untuk mengatasi kelebihan kapasitas lapas.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif