Istaka Karya Tingkatkan Keamanan di Nduga
Lokasi pembangunan Jembatan Kali Yigi di jalur Trans Papua, yang menjadi lokasi penembakan pada Minggu, 2 Desember 2018, sumber foto: Kemen PUPR
Jakarta: PT Istaka Karya bakal meminta pengamanan ketat sekitar proyek di Distrik Yigi, Nduga, Papua pasca insiden penembakan Minggu, 2 Desember 2018. Pengawalan keamanan melibatkan TNI-Polri dan tokoh masyarakat setempat.

"(Ke depannya) kerja sama dengan polisi dan tokoh masyarakat diperkuat lagi," kata Sekretaris PT Istaka Karya Yudi Kristianto kepada Medcom.id, Rabu, 5 Desember 2018.

Yudi mengungkapkan selama ini pihaknya selalu meminta rekomendasi keamanan setempat guna mencegah risiko ancaman keselamatan pekerja. Dia memastikan, proyek yang ditangani oleh PT Istaka Karya terus berlanjut.


"Sebagai salah satu kontraktor nasional akan membantu program pemerintah untuk memudahkan logistik dan pengiriman yang tidak hanya dari udara tetapi juga melalui darat Trans Papua, tetap kami dukung. Untuk penanganannya kita pasti gunakan standar atau sistem yang sudah dimiliki," ucap Yudi.

PT Istaka Karya tengah mengerjakan 14 jembatan sepanjang jalan Habema hingga Mugi, Nduga, Papua. Yudi menyebut pihaknya hanya mengerjakan proyek jembatan.

Baca juga: Kontraktor Sebut Lokasi Proyek Daerah Aman

Dia bilang, tak ada masalah dengan lokasi lahan yang tengah digarap. "Kita kan bangun jembatan penghubung bukan tanah milik penduduk. Tugas kami dari pemerintah untuk melaksanakan pembangunan jembatan saja," ucap Yudi.

Dua di antara 14 jembatan yang dikerjakan PT Istaka Karya yakni di Kali Yigi dan Kali Aurak menjadi lokasi penembakan Minggu, 2 Desember 2018 lalu. Jumlah pekerja PT Istaka Karya yang menangani kedua proyek jembatan tersebut sebanyak 28 orang.

Belum diketahui pasti nasib ke-28 pekerja itu. Hingga kini aparat keamanan setempat masih berupaya melakukan evakuasi dari lokasi kejadian.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id