medcom.id, Jakarta: Direktur Operasional PT Dutasari Citralaras, Roni Wijaya, mengaku bosnya kerap menyumbang ke Anas Urbaningrum. Ia mengatakan direktur utama kantornya, Machfud Suroso, sering minta uang untuk diberikan ke Anas.
"Saudara bilang pernah keluar uang Rp10-20 juta itu yang minta siapa?" tanya Anas kepada Roni, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/204).
Roni pun menyebutkan Machfudlah yang meminta uang itu. Sementara ketika Anas menanyakan apakah dirinya pernah meminta uang kepadanya, Roni menjawab tidak.
Roni pun mengaku tak tahu-menahu apakah uang yang diminta Machfud diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Namun ia yakin bosnya memang kerap menyumbang ke Anas. "Setahu saya minta terus buat nyumbang Pak Anas," beber Roni.
Roni pun menyebutkan beberapa sumbangan yang diberikan si bos kepada Anas. Salah satunya, sumbangan untuk kelahiran anaknya. "Pak Anas pindah rumah. Bu Attiyah melahirkan, pokoknya tiap kegiatan Pak Anas," katanya.
Mendengar keterangan itu, Anas pun tampak kebingungan. Ia pun kembali bertanya kepada Roni. "Kapan? Anak saya lahir terakhir 2005," sebut Anas. "Ya kan kenalnya dari 2004," jawab Roni.
medcom.id, Jakarta: Direktur Operasional PT Dutasari Citralaras, Roni Wijaya, mengaku bosnya kerap menyumbang ke Anas Urbaningrum. Ia mengatakan direktur utama kantornya, Machfud Suroso, sering minta uang untuk diberikan ke Anas.
"Saudara bilang pernah keluar uang Rp10-20 juta itu yang minta siapa?" tanya Anas kepada Roni, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/204).
Roni pun menyebutkan Machfudlah yang meminta uang itu. Sementara ketika Anas menanyakan apakah dirinya pernah meminta uang kepadanya, Roni menjawab tidak.
Roni pun mengaku tak tahu-menahu apakah uang yang diminta Machfud diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Namun ia yakin bosnya memang kerap menyumbang ke Anas. "Setahu saya minta terus buat nyumbang Pak Anas," beber Roni.
Roni pun menyebutkan beberapa sumbangan yang diberikan si bos kepada Anas. Salah satunya, sumbangan untuk kelahiran anaknya. "Pak Anas pindah rumah. Bu Attiyah melahirkan, pokoknya tiap kegiatan Pak Anas," katanya.
Mendengar keterangan itu, Anas pun tampak kebingungan. Ia pun kembali bertanya kepada Roni. "Kapan? Anak saya lahir terakhir 2005," sebut Anas. "Ya kan kenalnya dari 2004," jawab Roni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)