Konferensi pers KPK soal ott Bupati Bogor Ade Yasin. (Medcom.id/Candra)
Konferensi pers KPK soal ott Bupati Bogor Ade Yasin. (Medcom.id/Candra)

KPK Sita Rp1,024 Miliar dari Penangkapan Ade Yasin

Nasional KPK Kasus Suap OTT KPK Ade Yasin OTT Bupati Bogor Bupati Bogor Ditangkap KPK OTT Bupati Bogor Ade Yasin
Candra Yuri Nuralam • 28 April 2022 03:29
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bogor Ade Yasin pada Rabu pagi, 27 April 2022. Ade Yasin ditangkap di rumahnya di wilayah Bogor, Jawa Barat.
 
"Pihak-pihak lain pejabat dan ASN Pemkab Bogor (ditangkap) di rumah tinggal masing-masing di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 28 April 2022.
 
Ade Yasin ditangkap usai KPK menciduk empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat, pada Selasa malam, 26 April 2022, di Bandung, Jabar. Yakni Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim mengamankan para pegawai BPK perwakilan Jawa Barat beserta barang bukti uang yang ada padanya," ujar Firli.
 
Total uang yang disita KPK mencapai Rp1,024 miliar. Sebanyak Rp570 juta tunai.
 
"Dan uang yang ada pada rekening bank dengan jumlah sekitar Rp454 juta," tutur Firli.
 
Baca: Pemkab Bogor Beri Pendampingan Hukum bagi Ade Yasin
 
Mereka semua langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebanyak delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
 
Bupati Bogor, Ade Yasin; Sekdis PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam; Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah; dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik ditetapkan sebagai tersangka pemberi.
 
Mereka disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Baca: Sudah Pernah Ingatkan Ade Yasin soal Integritas, Ridwan Kamil: Saya Kaget!
 
Sementara itu, empat orang pegawai BPK perwakilan Jawa Barat Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah ditetapkan sebagai tersangka penerima.
 
Mereka disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif