Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Polisi Diminta Tetap Usut Potensi Kesengajaan dalam Kebakaran Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 24 Oktober 2020 13:39
Jakarta: Kepolisian menyimpulkan kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) terjadi karena faktor kelalaian. Polisi tidak menemukan motif lain dalam penyelidikan dan penyidikan kebakaran tersebut.
 
Namun, penyidik Korps Bhayangkara diharap tetap membuka alternatif Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan sengaja. "Bukan sekadar Pasal 188 KUHP yang lalai terjadinya kebakaran," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Boyamin memandang faktor kesengajaan dalam kebakaran gedung Kejagung berpotensi muncul di balik kelalaian tersebut. Potensi kesengajaan bisa saja ditemukan dalam rangkaian bara rokok tukang yang bekerja dan menyulut bahan mudah terbakar di lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian Gedung Utama Kejagung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teori kelalaian menyebabkan kebakaran, kata Boyamin, dapat diwarnai faktor kesengajaan atau tidak. Dia berharap pengusutan tersebut tetap memuat Pasal 187 KUHP.
 
Baca: Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung
 
Boyamin mendorong penyidik gabungan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan, segera menuntaskan berkas perkara kedelapan tersangka. Dengan demikian, kasus tersebut dapat tuntas secepat mungkin.
 
Sebelumnya, polisi menetapkan delapan tersangka kebakaran Gedung Utama Kejagung. Kedelapan tersangka itu adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NH, Direktur PT ARM berinisial R. Lalu, lima tukang berinisial T, H, S, K, IS, dan mandor berinisial UAN.
 
Seluruh tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif