Ilustrasi Kejagung. Dok. Media Indonesia
Ilustrasi Kejagung. Dok. Media Indonesia

Jaksa Pinangki Ditetapkan Sebagai Tersangka

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Cindy • 12 Agustus 2020 09:42
Jakarta: Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji dari narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.
 
"Berdasarkan bukti permulaan telah dirasakan cukup diduga tindak pidana korupsi, sehingga ditetapkan tersangka yaitu inisial PSM (Pinangki Sirna Malasari)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, di Kantor Puspenkum Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Pinangki diduga menerima hadiah sebesar US$500 ribu atau setara Rp7 miliar. Pinangki disangkakan Pasal 5 huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp250 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejagung sudah menahan Pinangki selama 20 hari ke depan. Penahanan ini untuk kepentingan penyidikan.
 
Baca: Jaksa Pinangki Diduga Terima Gratifikasi USD10 Juta
 
Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyerahkan bukti dugaan pelangggaran etik dan gratifikasi Pinangki dari Djoko Tjandra ke Komisi Kejaksaan (Komjak). Pinangki diduga menerima hadiah atau janji mencapai USD10 juta.
 
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan janji tersebut diberikan kepada Pinangki jika berhasil membantu proses perkara Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). Imbalan tersebut rencananya diberikan dengan kamuflase pembelian perusahaan tambang oleh Djoko Tjandra.
 
Pinangki kemudian dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Dia dicopot karena terbukti melakukan perjalanan ke luar negeri sebanyak sembilan kali tanpa izin atasan.
 
Pinangki juga diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 12 dan 25 November 2019. Dia berangkat ke Negeri Jiran bersama kuasa hukum Djoko, Anita Kolopaking.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif