Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pelaku Kejahatan Seksual Disebut Harus Diperlakukan Khusus

Nasional kekerasan seksual anak pedofilia
Siti Yona Hukmana • 14 Juli 2020 09:02
Jakarta: Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, menyebut tingkat bunuh diri pelaku kejahatan seksual tinggi. Polisi harus dapat meminimalisasi itu.
 
"Aparat penegak hukum perlu memperlakukan pelaku kejahatan serupa dengan pendekatan khusus," kata Reza saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Reza sangat menyayangkan pelaku kejahatan seksual mengajhiri hidup. Pasalnya, korban eksploitasi berhak memperoleh perlindungan khusus dari negara dan restitusi atau ganti rugi dari pelaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kalau pelaku mati, sejumlah negara memberlakukan kompensasi. Kewajiban membayar ganti rugi dialihkan kepada negara. Ini merupakan bentuk sanksi atas kegagalan negara melindungi anak-anak," ujar dia.
 
Predator 305 anak-anak, Francois Abello Camille, 65, bunuh diri di dalam sel pada Kamis malam, 9 Juli 2020. Dia mengikat lehernya menggunakan kabel. Dia sempat menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sebelum akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu, 12 Juli 2020.
 
Baca: Polisi Mengklaim Berupaya Menyelamatkan Nyawa Predator Anak
 
Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap Francois di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Jakarta Barat pada Juni 2020. Dia tertangkap basah dalam kondisi setengah telanjang di dalam kamar hotel bersama dua orang anak di bawah umur.
 
Warga negara asing (WNA) itu diduga telah melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual atau child sex groomer. Dia beraksi sejak Desember 2019 hingga Juni 2020 dengan total korban mencapai 305 orang.
 
Warga Prancis itu dijerat pasal berlapis, yakni persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam Pasal 81 Jo 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat lima tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.
 
Kemudian, persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan korban lebih dari satu dalam Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, serta dapat dikenai tindakan kebiri kimia.
 
Polisi juga tengah menahan warga Amerika Serikat, Russ Albert Medlin yang melakukan tindak pidana serupa. Polisi masih menunggu permintaan ekstradisi dari buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) tersebut.
 

(AZF)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif