NEWSTICKER
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Wahyu Setiawan Pasrah di Depan DKPP

Nasional kpu OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 15 Januari 2020 15:04
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan akan membeberkan semua hal terkait dugaan pelanggaran etik di sidang Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP). Dia tak akan membela diri.
 
"Saya pasti akan menyampaikan apa yang terjadi apa yang saya alami apa yang saya ketahui, saya kooperatif. Saya menghormati proses hukum di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Wahyu di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Sidang etik DKPP digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK. Wahyu telah berdiskusi dengan penyidik terkait hal ini. Dia memutuskan mengikuti sidang tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, penyidik memberi dia pilihan hadir atau tidak menghadiri sidang. Wahyu memutuskan hadir meski sudah mengajukan pengunduran diri, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Wahyu tak punya persiapan khusus menjelang sidang. Dia tak memiliki gambaran soal sidang etik itu.
 
"Saya juga enggak ngerti ya ditanya apa. Tetapi intinya saya menghormati DKPP, saya punya niat baik untuk menyelesaikan terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik," kata dia.
 
Pelaksana tugas Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menjelaskan pihaknya akan menggelar pleno usai sidang etik. Dia ingin kasus etik Wahyu segera selesai.
 
Menurut dia, pleno diperlukan karena keputusan terkait nasib Wahyu didasari sikap tujuh pimpinan DKPP. Dewan belum bisa menentukan nasib Wahyu sebelum keputusan kolektif ditempuh.
 
Muhammad menjelaskan sidang etik tak berkaitan pengunduran diri Wahyu. Hal itu tak menggugurkan kewenangan DKPP memeriksa secara etik.
 
"Jadi, secara administrasi beliau mengundurkan diri ke Presiden (Joko Widodo). Nah, sepanjang Presiden belum menerbitkan SK (surat keputusan), status Wahyu Setiawan masih komisioner KPU," kata dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif