Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto

Kabareskrim Baru Diminta Bongkar Kasus Novel

Nasional polri novel baswedan
M Sholahadhin Azhar • 06 Desember 2019 19:16
Jakarta: Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mengapresiasi penunjukan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Listyo Sigit Prabowo sebagai kepala Badan Reserse Kriminal (kebareskrim). Listyo diminta tak melupakan kasus penganiayaan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
 
"Kami mempunyai harapan yang besar bahwa Bang Sigit selaku Kabareskrim baru itu bisa mengungkapkan kasus Bang Novel," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Dia mengingatkan titah Presiden Joko Widodo atas tenggat penyelesaian kasus penyiraman air keras. Pasalnya, Kapolri Jenderal Idham Azis diminta menuntaskan kasus itu pada awal Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah makanya kami mengharapkan bahwa Kabareskrim yang baru di bawah pimpinan Pak Listyo Sigit Prabowo mampu untuk mengungkap kasus ini," kata Yudi.
 
Menurut dia, kasus penyiraman Novel telah memakan waktu 1.000 hari tanpa kejelasan. Seharusnya kasus ini diprioritaskan karena mendapat perhatian besar publik.
 
Yudi meminta Irjen Sigit memenuhi harapan tersebut. Dia tak mau kasus ini sampai menimbulkan tudingan miring yang berkelanjutan terhadap Novel.
 
"Jangan sampai nantinya sampai tutup tahun kasus Novel tidak terselesaikan. Karena nantinya akan semakin liar," kata Yudi.
 
Novel disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu disiram air keras usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Polri era Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk membedah kasus Novel. Penyerangan disimpulkan terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
 
Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis. Namun, hingga kini kerja Tim Teknis belum dibuka kepada publik.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif