TNI Diminta Terlibat Aktif Bangun Infrastruktur Papua

Whisnu Mardiansyah 04 Desember 2018 16:12 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
TNI Diminta Terlibat Aktif Bangun Infrastruktur Papua
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi mengecam insiden penembakan 31 pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua. Ke depan, ia meminta pembangunan proyek infrastruktur di Papua melibatkan Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat (AD). 

"Pembangunan jalan di Papua hendaknya melibatkan TNI dari (Direktorat) Zeni karena komponen biaya pembangunan jalan yang terbesar di sana adalah biaya keamanan. Apabila TNI diikutsertakan, tentu akan efektif dan efisien," kata Bobby saat dihubungi wartawan, Selasa, 4 Desember 2018.

Hal ini, kata dia, terbukti dalam pembangunan-pembangunan sebelumya. Dukungan dari TNI bisa memaksimalkan pembangunan di sana. Pembangunan efektif dan memenuhi tenggat waktu penyelesaian.


Di sisi lain, ia menambahkan insiden penembakan 31 pekerja proyek tidak bisa lagi dikatakan kriminal biasa. Bahkan, bisa dikategorikan aksi terorisme. 

(Baca juga: Polisi Tak Berjaga Selama Pembangunan Jembatan di Nduga)

Perlu pelibatan berbagai pihak dan unsur keamanan. Bukan lagi menjadi tanggung jawab kepolisian. TNI perlu dilibatkan karena sudah mengancam kedaulatan negara. 

"Densitas (kerapatan) hutan di Papua perlu penanggulangan khusus anggota TNI yang memiliki teknik jungle warfare (peperangan di area hutan)," tutur dia. 

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga membantai sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Dilaporkan, 31 orang tewas akibat serangan ini.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id