Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Duit Suap di MA Diyakini Cuma Sebagian Kecil

Candra Yuri Nuralam • 25 September 2022 10:38
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai total uang suap yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan di Mahkamah Agung (MA) kecil. MAKI meduga ada permainan kasus dengan nominal suap yang lebih besar yang belum terungkap di sana.
 
"Betul (kemungkinan ada kasus besar), itu mah (yang ditemukan KPK) terlalu kecil, ukuran bawah," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Minggu, 25 September 2022.
 
Boyamin berharap KPK mengembangkan kasus ini. Lembaga Antikorupsi diminta tancap gas menindak pihak lain yang ikut memainkan kasus jika menemukan bukti awal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPK semestinya mampu mengembangkan kepada pihak-pihak lain yang diduga terlibat," ujar Boyamin.
 
Pada perkara ini KPK menetapkan 10 tersangka termasuk Sudrajad Dimyati. Tersangka lainnya yakni, Hakim Yudisial atau panitera pengganti, Elly Tri Pangestu (ETP); dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH); serta dua ASN di MA, Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).
 
Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). Dari 10 tersangka tersebut, Ivan, dan Heryanto belum ditahan.
 
Penetapan tersangka tersebut berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Temuan SGD205 ribu dan Rp50 juta yang diduga terkait suap penanganan perkara jadi barang bukti kuat untuk menyeret para tersangka.
 

Baca juga: Nah Loh! KPK Temukan Dokumen Perkara yang Dimainkan Hakim Agung MA


 
Heryanto Tanaka, Yosep Parera, Eko Suparno, dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Sedangkan Sudrajad Dimyati, Desy Yustria, Elly Tri Pangestu, Muhajir Habibie, Nurmanto, dan Albasri sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif