Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia hafiez.
Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia hafiez.

3 Pejabat Kemendag Kembali Bersaksi di Sidang Kasus Ekspor CPO

Fachri Audhia Hafiez • 27 September 2022 09:18
Jakarta: Sebanyak tiga orang bersaksi dalam sidang kasus korupsi perizinan persetujuan ekspor (PE) minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) hari ini, 27 September 2022. Ketiga saksi berasal dari unsur pejabat Kemendag.
 
"Mereka bertiga berasal dari Kementerian Perdagangan," kata kuasa hukum terdakwa Lin Che Wei, Maqdir Ismail, kepada Medcom.id, Selasa, 27 September 2022.
 
Ketiga saksi itu meliputi Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri pada Kemendag, Ringgo; Analis Perdagangan pada Kemendag, Almira Fauzia; dan Subkor Tanaman Tahunan Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan pada Kemendag, Demak Marsaulina. Mereka kembali bersaksi setelah penundaan sidang pada Kamis, 22 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Persidangan akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Sidang akan dihelat pukul 09.00 WIB dan terbuka untuk umum.
 
Mereka akan bersaksi untuk lima terdakwa. Yakni, mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indra Sari Wisnu Wardhana dan tim asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei.
 
Kemudian, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang.

Baca: Cerita Direktur di Kemendag Soal Perintah DMO 20% Terkait Migor Tak Diatur Permendag


Perbuatan melawan hukum mereka terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan PE CPO oleh Kementerian Perdagangan. Mereka didakwa memperkaya diri, orang lain, dan korporasi. Yakni, Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau.
 
Perbuatan mereka disebut telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara total Rp18 triliun. Terdiri dari keuangan negara yang dirugikan Rp6.047.645.700.000 dan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925.
 
Indra, Lin Che Wei, Master, Stanley, dan Pierre didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif