Ilustrasi pengadilan/Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengadilan/Medcom.id/M Rizal

Eks Dirjen Hortikultura Didakwa Merugikan Negara Rp12 M, Kenapa?

Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2022 16:39
Jakarta: Eks Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Hasanuddin Ibrahim didakwa merugikan negara Rp12,9 miliar. Hasanuddin diduga menggelembungkan harga pupuk.
 
"Merugikan keuangan negara Kementerian Pertanian sejumlah Rp12.947.841.604,00 sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," kata salah satu jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 28 September 2022.
 
Hasanuddin disebut merekayasa pengadaan fasilitasi sarana budidaya mendukung pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dalam rangka belanja barang fisik Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2013. Fasilitas itu untuk diserahkan kepada masyarakat atau pemerintah daerah (Pemda).
 

Baca: KPK Prihatin Pengadaan Pupuk Jadi Ladang Korupsi


Menurut jaksa, Hasanuddin menambah volume kegiatan dalam proses penganggaran kegiatan itu tanpa melakukan analisis atau identifikasi kebutuhan yang sebenarnya. Dia turut mengarahkan spesifikasi pengadaan pupuk ke merek Rhizagold serta menggelembungkan harga barang pengadaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu, menetapkan keputusan kelompok tani penerima bantuan mendahului tanggal yang sebenarnya (back date) yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," ujar jaksa.
 
Perbuatan Hasanuddin telah memperkaya diri sendiri dan orang lain. Pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Hortikultura, Eko Mardiyanto, diperkaya Rp1,05 miliar; Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno diperkaya Rp7,3 miliar; adik kandung Hassanudin, Nasser Ibrahim, diperkaya Rp725 juta; dan pemilik PT Karya Muda Jaya (PT KMJ) Subhan diperkaya Rp195 juta.
 
Selain itu, sejumlah korporasi juga telah diperkaya. Yakni, CV Ridho Putra diperkaya sejumlah Rp1,7 miliar; PT HNW sejumlah Rp2 miliar; dan CV Danaman Surya Lestari sejumlah Rp200 juta. Perbuatan rasuah itu dilakukan pada Oktober 2012 hingga 2013.
 
Hasanuddin didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif