medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut, pemberitaan soal anggaran renovasi toilet senilai Rp50 miliar itu keliru. Pemberitaan media soal anggaran renovasi toilet tersebut terlalu tendensius.
"Renovasi Gedung DPRD juga saya kira setelah saya pelajari berita juga enggak bener. Bilang itu buat toilet Rp50 miliar. Bukan toilet! Itu semua bagian ada kok, kami pastikan, kami pelajari. Jadi itu berita tendensius juga," kata Ahok di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2016).
Ahok menjelaskan, pemberitaan media menyebut anggaran puluhan miliar itu hanya untuk renovasi toilet. Padahal, dalam APBD tercatat sebagai anggaran renovasi Gedung DPRD.
Selain itu, kata Ahok, pembelian barang pun sudah sesuai prosedur. Oleh sebab itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan ada kejanggalan dalam anggaran renovasi gedung.
"Karena memang enggak ada masalah. Menurut mereka (BPK) enggak ada masalah. Lelangnya benar, semua benar, bukan buat toilet doang. Kesannya bikin toilet Rp50 miliar," papar Ahok.
Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2013 Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp47 miliar untuk merenovasi toilet gedung DPRD.
Proyek yang sama kembali dianggarkan pada 2014 dengan nilai anggaran Rp28 miliar. Proyek itu menimbulkan kecurigaan. Sebab, fasilitas toilet Gedung DPRD DKI ditemukan banyak sudah rusak.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut, pemberitaan soal anggaran renovasi toilet senilai Rp50 miliar itu keliru. Pemberitaan media soal anggaran renovasi toilet tersebut terlalu tendensius.
"Renovasi Gedung DPRD juga saya kira setelah saya pelajari berita juga enggak bener. Bilang itu buat toilet Rp50 miliar. Bukan toilet! Itu semua bagian ada kok, kami pastikan, kami pelajari. Jadi itu berita tendensius juga," kata Ahok di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2016).
Ahok menjelaskan, pemberitaan media menyebut anggaran puluhan miliar itu hanya untuk renovasi toilet. Padahal, dalam APBD tercatat sebagai anggaran renovasi Gedung DPRD.
Selain itu, kata Ahok, pembelian barang pun sudah sesuai prosedur. Oleh sebab itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan ada kejanggalan dalam anggaran renovasi gedung.
"Karena memang enggak ada masalah. Menurut mereka (BPK) enggak ada masalah. Lelangnya benar, semua benar, bukan buat toilet doang. Kesannya bikin toilet Rp50 miliar," papar Ahok.
Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2013 Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp47 miliar untuk merenovasi toilet gedung DPRD.
Proyek yang sama kembali dianggarkan pada 2014 dengan nilai anggaran Rp28 miliar. Proyek itu menimbulkan kecurigaan. Sebab, fasilitas toilet Gedung DPRD DKI ditemukan banyak sudah rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)