medcom.id, Jakarta: Satuan Tugas Operasi Tinombala masih mengejar dua perempuan yang kabur bersama Basri. Dua perempuan yang lolos dalam baku tembak antara kelompok Santoso dan Satgas Tinombala itu diduga istri Santoso dan Basri. Keduanya kabur bersama Basri.
"Tentu pastinya (identitas dua wanita yang terlibat) setelah tertangkap. Dua wanita itu kabur bersama dengan satu orang bernama Basri membawa senjata M16," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2016)
Istri Santoso diketahui bernama Jumiatun Muslimayatun, berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan istri Basri, bernama Nurmi Usman, juga berasal dari Nusa Tenggara Barat.
Menurut Boy, meski terduga Santoso telah ditembak mati, Satgas Oprasi Tinombala masih diperlukan untuk menangkap seluruh daftar pencarian orang (DPO) anggota jaringan Santoso. Tak menutup kemungkinan, tugas Tim Satgas ini akan diperpanjang mengingat masa penugasan operasi akan berakhir pada 10 Agustus 2016.
"Ada 19 DPO lagi. Satu minggu sebelum jatuh tempo ada evaluasi, akan diputuskan, (perpanjangan masa tugas) kepolisian didukung TNI bagaimana menaggulanginya," kata Boy.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan