Fuad Amin Imron. Foto: Yudhi Mahatma/Antara
Fuad Amin Imron. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Pertimbangan Vonis Fuad Amin Diperberat

Nasional fuad amin imron
Yogi Bayu Aji • 10 Februari 2016 17:05
medcom.id, Jakarta: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman bekas Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron dari delapan tahun jadi 13 tahun. PT DKI mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan vonis tersebut.
 
"Salah satunya, menyakiti rasa keadilan masyarakat," kata Kepala Bagian Humas Pengadilan Tinggi DKl M. Hatta kepada wartawan, Rabu (10/2/2016).
 
Selain itu, kata dia, kasus korupsi dan pencucian uang yang menjerat Fuad berskala jumbo. Itu tampak dari uang yang dikorupsi dan aset hasil pencucian uang. Atas dasar itu, vonis Fuad bertambah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diketahui, Majelis Hakim yang diketuai Hakim Elang Prakoso Winowo juga menjatuhkan pidana tambahan pada Fuad berupa pencabutan hak politik selama lima tahun. Hatta menilai, hal ini lantaran kasus Fuad kental dengan penyalahgunaan jabatan.
 
"(Pertimbangannya) karena kasusnya menyangkut pejabat publik," pungkas Hatta.
 
Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Fuad Amin dari delapan tahun menjadi 13 tahun penjara. Fuad dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dan pencucian uang.
 
"Dijatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan," kata kata Humas Pengadilan Tinggi DKI Jakarta M. Hatta, Selasa 9 Februari kemarin.
 
Vonis diputus oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Tinggi Elang Prakoso pada 3 Februari lalu. Hakim, lanjut dia, juga memberikan pidana tambahan.
 
"Dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak memilih dan dipilih selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana penjara," tambah Hatta.
 
Sementara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, eks Bupati sekaligus Ketua nonaktif DPRD Bangkalan itu divonis pidana penjara delapan tahun penjara. Dia juga dijatuhi pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan.
 
Vonia ini jatuh dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni, 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 6 bulan. Hal ini lantaran hakim tak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum terkait penghitungan nilai tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad.
 
(KRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif