Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Putusan Kasus First Travel Dinilai Keliru

Nasional kemelut first travel
Candra Yuri Nuralam • 19 November 2019 11:44
Jakarta: Pakar hukum pidana Universitas Trisaksi, Abdul Fickar Hadjar, menilai putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan seluruh aset PTFirst Anugerah Karya Wisata(First Travel) diambil negara, keliru. Aset First Travel seharusnya menjadi uang ganti rugi korban.
 
"Mestinya barang bukti aset diserahkan pada korporasinya. Untuk kemudian berurusan secara perdata dengan para korban," kata Fickar kepada Medcom.id, Selasa, 19 November 2019.
 
Menurut dia, hakim pengadilan pidana telah melampaui kewenangannya dalam membuat putusan. Hakim pidana, kata dia, seharusnya hanya bisa mengadili perbuatan dan menghukum penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, aset menjadi kewenangan pengadilan perdata atau niaga. Jika mengacu pada Pasal 46 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), seharusnya aset pun diserahkan kepada pihak yang paling berhak.
 
"Jadi seharusnya dikembalikan kepada First Travel. Kecuali korporasinya ini dijadikan terdakwa, bisa menjadi alasan dirampas untuk negara," ujar Fickar.
 
Dia menjelaskan korban bisa gugatan secara perdata kepada First Travel. Dengan itu, lanjut Fickar, ganti rugi korban bisa diberikan.
 
"Upaya masyarakat bisa dilakukan nelalui gugatan perwakilan (class action) dengan kewajiban jika dimenangkan harus membentuk panitia perwakilan pelaksana pembagian aset," jelas Fickar.
 
MA telah mengeluarkan keputusan kasasi atas kasus penipuan umrah First Travel. Dalam putusan itu, MA memerintahkan aset First Travel dirampas untuk negara.
 
Putusan MA mengundang kontroversi. MA dinilai tidak memberikan rasa keadilan bagi para calon jemaah korban penipuan. Korban menginginkan aset tersebut disita dan dikembalikan kepada calon jemaah.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif